Suara.com - Pemerintah Jerman berencana menghentikan pemberian tes COVID-19 gratis, menyusul laporan terbaru tentang cakupan vaksinasi yang meluas.
Dilansir ANTARA, Kanselir Angela Merkel mengaku mendapat usulan untuk menghentikan tes COVID-19 gratis usai laporan terbaru menyebut sudah 55 persen penduduk Jerman yang mendapat vaksinasi COVID-19.
Sebelumnya, pemerintah menyelenggarakan tes gratis untuk semua orang pada Maret yang memungkinkan kembalinya kehidupan normal secara bertahap setelah penguncian untuk memutus gelombang ketiga COVID-19.
Tetapi dengan 55 persen populasi yang sudah divaksin penuh, ada seruan untuk berhenti membelanjakan uang pembayar pajak pada skema bersubsidi yang kini terutama menguntungkan mereka yang belum divaksin meskipun vaksin tersedia untuk semua orang.
“Mengingat bahwa semua vaksinasi segera tersedia untuk semua warga negara, tidak lagi dapat dibenarkan bahwa pemerintah federal dan oleh karena itu pembayar pajak menanggung biaya semua tes,” kata surat kabar RND, mengutip rancangan proposal yang beredar.
Kurang dari tujuh minggu sebelum pemilihan federal, Merkel dan para pemimpin negara bagian akan membahas langkah-langkah untuk mengontrol infeksi baru yang meningkat yang didorong oleh varian Delta tanpa melakukan penguncian.
Rancangan tersebut menetapkan bahwa orang-orang yang tidak dapat divaksin karena alasan kesehatan, seperti wanita hamil dan anak-anak di bawah 18 tahun, akan terus berhak mendapatkan tes bersubsidi.
Tanggal pasti pada Oktober untuk membatasi program itu belum ditentukan, tambah RND.
Jerman telah mencatat lebih dari 3.000 kasus harian di lima hari terakhir tetapi dengan hampir 63 persen populasi telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin, pemerintah berharap penguncian dapat dihindari.
Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Targetkan Tes Covid-19 500 Ribu Per Hari, Tapi Kok Malah Turun Terus?
Berita Terkait
-
John Herdman Harus Pagari Pemain yang Pernah Main di Timnas Indonesia U-17 Sebelum Diserobot Jerman
-
Jerman Serukan Boikot, Prancis Pasang Badan untuk Piala Dunia 2026
-
Edin Dzeko Pilih Schalke 04 Demi Panggilan Hati, Meski Harus Turun ke Bundesliga 2 Jerman
-
Kisah Muhamad Alfiana, Pegawai Honorer yang Tampil di Liga Hoki Jerman
-
Jerman Pertimbangkan Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Ancaman Donald Trump soal Greenland
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink