Suara.com - Instruksi presiden Joko Widodo tentang penurunan harga pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) ditanggapi dengan serius oleh industri farmasi dan kesehatan.
Salah satunya adalah PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk, yang telah merunkan harga tes PCR sesuai kebijakan pemerintah, yakni Rp 495 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta Rp 525 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali.
"Kami menyambut baik putusan Presiden Joko Widodo, dengan adanya penyesuaian harga SWAB PCR SARS-CoV-2 ini berharap bisa lebih terjangkau dari sisi finansial. Apalagi, kita tahu biaya tes SWAB PCR selama ini memang menjadi tantangan bagi masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan testing dan tracing," tutur dr. Dennis Jacobus, SpPK, Managing Director Laboratorium Diagnos, dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com.
Dengan adanya penyesuaian harga SWAB PCR SARS-CoV-2 diharapkan masyarakat dapat lebih sering memeriksaan diri jika merasakan gejala Covid-19. Di sisi lain, pemeriksaan Tes PCR juga perlu dilakukan bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan dengan pesawat.
Saat ini, Laboratorium Diagnos menjadi salah satu dari 742 laboratorium yang terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan tes SWAB PCR atau Antigen. Nantinya, hasil pemeriksaan swab PCR dan Antigen Laboratorium Diagnos dapat digunakan sebagai syarat penerbangan seperti yang diwajibkan pemerintah.
Tidak hanya itu, PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk. (DGNS) akan terus berinovasi salah satunya dengan meluncurkan produk terbaru kami yaitu PCR SARS-CoV-2 Gargle.
Ini merupakan alat uji untuk mendeteksi Covid-19 dengan metode kumur (gargling). Metode ini jauh lebih nyaman untuk mendeteksi virus Covid-19 dalam tubuh pasien dengan atau tanpa gejala.
"Kami juga tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas hasil pemeriksaan di Laboratorium Diagnos melalui penyediaan teknologi laboratorium yang handal dan penggunaan reagen yang bermutu tinggi," tutup dr. Dennis.
Sebelumnya diberitakan, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Prof. Abdul Kadir, menjelaskan skema penurunan harga tes PCR, yakni pemerintah memberikan margin cost atau persentase biaya tambahan untuk pihak swasta atau laboratorium di luar milik pemerintah yang melayani tes swab PCR untuk Covid-19.
Baca Juga: Rumah Sakit Swasta di Bandar Lampung Mulai Berlakukan Tarif Baru Tes PCR
"Kita tambahkan margin cost untuk swasta sebesar 15 sampai 20 persen," ujar Prof. Kadir saat konferensi pers, Rabu (17/8/2021).
Prof. Kadir menambahkan, sebelum menetapkan biaya tambahan untuk swasta, lebih dulu dihitung harga reagen, biaya jasa SDM pemeriksa sampel, biaya administrasi hingga pembelian alat habis pakai.
Alat habis pakai di antaranya seperti sarung tangan, hazmat, masker, dan lain sebagainya.
"Jadi semua komponen dihitung dapatkan unit cost, kemudian kita tambahkan margin cost untuk swasta, sehingga didapatkan hasil akhir Rp 495ribu," terang Prof. Kadir.
Berita Terkait
-
Labirin Waktu dan Kebenaran
-
Mengenal Lab Digital Forensik, Fasilitas Canggih yang Bedah Rekaman CCTV Bukti Perzinaan Inara Rusli
-
Akhirnya Terungkap! Menkes Budi Gunadi Beberkan 3 Penyebab Utama di Balik Krisis Keracunan MBG
-
Minyak Babi di Nampan MBG? Istana Turun Tangan, BPOM Dilibatkan
-
Futsal: Laboratorium Mini Kehidupan
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali