Suara.com - Singapura sebagai salah satu negara tetangga dekat Indonesia turut peduli dan membantu penanganan Covid-19 di tanah air.
Hal ini dibuktikan oleh bantuan yang datang dari berbagai pihak di Singapura.
"Selama masa sulit ini, Indonesia dan Singapura telah menunjukkan arti sebenarnya dari pertemanan antara dua negara, " kata Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo dilansir ANTARA.
Singapore Changi Airport Community memberikan donasi berupa 1.380 konsentrator oksigen, 2.000 kanula hidung (selang oksigen), dan 500 penghubung kanula untuk Indonesia, di tengah momen peringatan kemerdekaan kedua negara yang jatuh pada bulan ini.
Dirut Changi Airport Group Lee Seow Hiang menyatakan pandemi telah berdampak pada semua orang.
Menurut dia, tidak ada negara yang dapat menghadapi pandemi tanpa bekerja sama dengan pihak lain.
"Kami berdiri bersama dengan rakyat Indonesia selama masa sulit pandemi ini dan kami berharap kontribusi yang kami berikan dapat membantu menyelamatkan banyak nyawa," kata Lee Seow Hiang.
Singapore Changi Airport Community terdiri dari Changi Airport Group dan 30 mitra Changi dari berbagai sektor, termasuk ritel, teknik dan konstruksi, serta berbagai staf individu Changi.
Bantuan yang diberikan Singapore Changi Airport Community tersebut ditujukan untuk Kementerian Kesehatan Indonesia, yang diwakili oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan.
Baca Juga: Komplotan Penjual Tabung Oksigen Sampai Harga Rp5,5 Juta Dibekuk Polisi
Pengiriman bantuan ke Indonesia dibantu oleh Cargolux, Singapore Airlines, dan mitra logistik SATS dan CEVA Logistics, yang rencananya dilakukan pada 19 – 20 Agustus 2021 yang terdiri dari empat kali pengiriman.
Pengiriman pertama akan langsung tiba hari ini di Jakarta.
Berita Terkait
-
Dari Langit Dunia ke Nusantara: Jaringan Singapore Airlines yang Bikin Indonesia Makin Terhubung
-
Dolar Singapura (SGD) Cetak Rekor Kurs Tertinggi, Apa Kabar Rupiah?
-
Piala AFF 2026: Jamu Timnas Indonesia di Stadion Jalan Besar, Kapten Singapura Kirim Ancaman
-
Pemuda Indonesia-Singapura Kolaborasi Jaga Stabilitas Multikulturalisme Kawasan
-
Laga Timnas Indonesia Vs Singapura di Piala AFF 2026 Bakal Istimewa, Kenapa?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital