Suara.com - Saat asik bermain di pantai, kita mungkin tidak sadar kalau kulit sebenarnya tengah terpapar sinar matahari cukup tinggi. Hingga saat pulang, baru kita sadar kalau warna kulit menjadi lebih gelap. Hal itu bisa terjadi karena paparan sinar matahari, atau lebih tepatnya kandungan yang terdapat di dalamnya, yaitu sinar UV atau ultraviolet.
Dikutip dari Ruang Guru, sinar UV merupakan salah satu dari gelombang elektromagnetik yang berasal dari sinar matahari. Sebanyak 10 persen dari sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi berupa sinar UV.
Lebih detail lagi bahwa 9,8 persen dari sinar UV yang sampai ke permukaan bumi berupa sinar UV A dan 0,2 persen berupa sinar UV B. Sinar UV B itulah yang menyebabkan kulit bisa terbakar jika terlalu lama terpapar.
Apa sebenarnya sinar UV yang terkandung dalam sinar matahari?
Sinar matahari sebenarnya mengandung tiga jenis UV itu, yaitu UV A, UV B, dan UV C. Adapun perbedaan antara ketiganya, yakni:
Sinar UV A:
- Lebih dari 98 persen sampai ke permukaan bumi
- Panjang gelombang 315-400 nm
- Dapat menembus jendela dan dapat membuat warna memudar
Sinar UV B:
- Kurang dari 2 persen sampai ke permukaan bumi
- Panjang gelombang 280-315 nm
- Tidak dapat menembus jendela
Sinar UV C:
- Tidak sampai ke permukaan bumi karena terserap lapisan ozon
- Panjang gelombang 100-280 nm
Sinar UV juga bisa dilihat dari manfaat dan dampak buruknya bagi kehidupan manusia.
Baca Juga: 6 Jenis Tanaman Hias yang Dapat Hidup di Bawah Sinar Matahari
Berikut beberapa terkait dampak buruk dari sinar UV:
1. Menyebabkan Sunburn (terbakar matahari)
Kalau kamu pulang dari pantai lalu merasa kulit perih dan jadi merah seperti terbakar, itu tandanya tengah mengalami sunburn. Sinar UV bisa menembus ke dalam lapisan kulit dan dapat merusak sel juga membuat DNA-nya bermutasi. Akibatnya juga mengubah pigmen pada kulit yang terpapar.
Bahkan sunburn juga bisa terjadi ketika musim dingin. Menurut Skin Cancer Foundation, salju dan es bisa merefleksikan sampai dengan 80 persen sinar UV. Hal ini berarti manusia bisa mendapatkan paparan sinar matahari UV dari dua arah, yaitu dari langit dan dari tanah.
2. Kerusakan mata
Apabila melihat ke arah matahari langsung tanpa mengenakan pelindung apapun, mata bisa terkena sinar UV. Jika hal ini berlangsung lama, sinar UV dapat membuat mata jadi mengeluarkan sharingan katarak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan bahwa 20 persen sumber dari katarak adalah sinar UV.
3. Penuaan dini pada kulit
Terlalu sering terpapar sinar UV, bisa menyebabkan kulit jadi tebal, berkerut, dan kasar.
4. Kanker kulit
Sinar UV mampu menembus jaringan kulit manusia, sehingga mampu menghancurkan DNA pada sel-sel kulit yang memicu sel-sel tersebut menjadi sel kanker kulit.
5. Warna memudar
Warna memudar biasanya terjadi pada benda-benda yang terkena paparan sinar matahari dalam waktu lama. Seperti baju yang dijemur, juga tembok yang warnanya bisa memudar.
Manfaat sinar UV
1. Membantu pembentukan vitamin D pada tubuh manusia
Tubuh bisa menghasilkan vitamin D karena dapat rangsangan dari sinar matahari UV B. Vitamin D sangat diperlukan tubuh karena membantu memperkuat tulang, otot, dan imun manusia.
2. Mensterilkan alat-alat kesehatan
Dalam dunia medis, sinar UV banyak digunakan untuk mensterilkan alat-alat kesehatan dan ruang operasi. Karena sinar UV dianggap efektif untuk membunuh mikroorganisme seperti virus dan bakteri.
3. Bug zapper
Bug zapper merupakan alat untuk memerangkap serangga. Biasanya dibuat supaya serangga terpikat dan datang ke sana. Alat ini dilengkapi oleh lapisan yang menghasilkan karbon dioksida, yang membuatnya mirip dengan suhu manusia yang disukai nyamuk. Alat ini juga diklaim aman digunakan karena LED yang digunakan bebas dari radiasi sinar UV yang berbahaya.
4. Membantu serangga
Buah dan bunga yang disinari oleh sinar UV, terlihat berbeda di mata hewan dan manusia. Sehingga dapat membantu sebagian hewan seperti serangga, burung, dan reptil untuk menemukan buah yang sudah matang, bunga atau biji-bijian untuk mereka konsumsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia