Suara.com - Saat ini usia kehamilan Aurel Hermansyah, Istri Atta Halilintar sudah lebih dari 3 bulan. Ia pun menjalani non-invasive prenatal test (NIPT) untuk mengetahui kondisi kesehatan janin dalam kandungannya.
Aurel Hermansyah menceritakan alasannya melakukan non-invasive prenatal test (NIPT) melalui unggahan Instagram-nya. Menurutnya, tes ini sangat penting bagi ibu hamil untuk mendeteksi masalah kesehatan pada anak sejak masih janin.
"Tes NIPT ini penting dilakukan oleh para ibu hamil untuk mengetahui kesehatan janin secara lebih akurat dan juga dapat mendeteksi abnormalitas janin, seperti kelainan genetik atau kromosom sejak dini," tulis Aurel pada unggahannya.
Tak lupa, Aurel sempat konsultasi dengan dokter kandungannya sebelum menjalani tes NIPT. Apalagi, sebelumnya Aurel Hermansyah sempat mengalami keguguran.
Terkadang, tes prenatal noninvasif (NIPT) disebut skrining prenatal noninvasif (NIPS), yakni metode tes untuk menentukan risiko janin akan lahir dengan kelainan genetik tertentu atau tidak.
Pengujian NIPT ini pun menganalisis fragmen kecil DNA dalam darah ibu hamil. Tapi berbeda dengan DNA yang ditemukan dalam inti sel, fragmen ini mengambang bebas dan tidak berada di dalam sel sehingga disebut DNA bebas sel (cfDNA).
Fragmen kecil ini biasanya mengandung kurang dari 200 blok pembangun DNA (pasangan basa) dan muncul ketika sel mati, termasuk DNA yang dilepaskan ke aliran darah.
Selama kehamilan dilansir dari Medline Plus, aliran darah ibu mengandung campuran cfDNA yang berasal dari selnya dan sel plasenta. Plasenta adalah jaringan di dalam rahim yang menghubungkan janin dan suplai darah dari ibu.
Sel-sel ini ditumpahkan ke dalam aliran darah ibu selama kehamilan. DNA dalam sel plasenta biasanya identik dengan DNA janin. Menganalisis cfDNA dari plasenta bisa membantu deteksi dini kelainan genetik tertentu tanpa membahayakan janin.
Baca Juga: India Laporkan Mutasi Virus Corona Varian Eta, Sangat Menular?
Pemeriksaan NIPT ini biasanya dilakukan untuk mencari kelainan kromosom yang disebabkan oleh adanya salinan tambahan atau hilang ( aneuploidi ) dari suatu kromosom. NIPT terutama mencari sindrom Down (trisomi 21, disebabkan oleh ekstra kromosom 21 ), trisomi 18 (disebabkan oleh ekstra kromosom 18 ), trisomi 13 (disebabkan oleh ekstra kromosom 13 ), dan salinan ekstra atau hilang dari kromosom X dan Kromosom Y (kromosom seks).
Tapi, tingkat keakuratan pemeriksaan NIPT cukup bervariasi. NIPT dapat mencakup skrining untuk kelainan kromosom tambahan akibat bagian kromosom yang hilang (dihapus) atau disalin (digandakan).
NIPT mulai digunakan untuk menguji kelainan genetik yang disebabkan oleh perubahan (varian) pada gen tunggal. Seiring dengan peningkatan teknologi dan penurunan biaya pengujian genetik, para peneliti berharap bahwa NIPT akan tersedia untuk lebih banyak kondisi genetik.
NIPT dianggap non-invasif karena hanya membutuhkan pengambilan darah dari wanita hamil dan tidak menimbulkan risiko bagi janin. NIPT adalah tes skrining, yang artinya tidak memberikan jawaban pasti tentang kondisi genetik janin.
Tes ini hanya bisa memperkirakan risiko masalah kesehatan tertentu akan meningkat atau menurun. Dalam beberapa kasus, hasil NIPT menunjukkan peningkatan risiko kelainan genetik ketika janin sebenarnya tidak terpengaruh atau hasilnya menunjukkan penurunan risiko kelainan genetik saat janin benar-benar terpengaruh.
Karena NIPT menganalisis cfDNA janin dan ibu, tes tersebut dapat mendeteksi kondisi genetik pada ibu. Tapi, tes ini harus mencakup cfDNA janin dalam aliran darah ibu untuk dapat mengidentifikasi kelainan kromosom janin. Proporsi cfDNA dalam darah ibu yang berasal dari plasenta dikenal sebagai fraksi janin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026