Suara.com - Meski belum tentu terlihat jelas, tapi setiap orang pasti memiliki otot, entah tubuhnya terlihat kurus maupun gemuk. Seperti organ tubuh lainnya, keberadaan otot sangat menopang gerak juga kesehatan manusia.
Otot merupakan jaringan pada tubuh manusia yang dapat berkontraksi (mengerut) dan relaksasi (mengendur). Pada saat berkontraksi, otot akan jadi lebih pendek. Sebaliknya, saat relaksasi, otot akan memanjang.
Secara umum, otot mengambil porsi sekitar 35-45 persen berat badan. Dikutip dari Ruang Guru, berikut sejumlah fakta mengenai otot dalam tubuh manusia.
1. Fungsi Otot
Secara biologis, terdapat 5 fungsi otot, yakni:
- Mendukung tubuh agar tetap berdiri tegak
- Mempertahankan postur tubuh
- Menstabilkan sendi-sendi tubuh
- Menghasilkan panas dari hasil metabolisme
- Mempertahankan suhu tubuh
Olahraga teratur bisa meningkatkan massa otot dalam tubuh. Tapi tak perlu khawatir akan terlalu kekar. Karena pembentukan otot sangat tergantung dengan jenis olahraga juga pola makan yang dilakukan.
Otot manusia akan selalu bekerja, bahkan ketika manusia sedang tidur. Otot yang digerakan secara sadar, seperti misalnya sedang berolahraga, disebut sebagai otot volunter.
Sedangkan otot yang bekerja terus menerus saat kondisi tubuh relaks disebut dengan otot involunter atau otonom. Contohnya, seperti otot-otot yang terus bekerja dalam mengatur sistem pernapasan. Begitu pula dengan sistem pompa darah di jantung.
2. Jenis Otot
Otot memiliki tiga jenis, yakni otot jantung, otot lurik, dan otot polos. Berikut penjelasan lebih detail ketiganya.
a. Otot jantung
Otot jantung termasuk otot otonom karena terus bekerja untuk memompa darah selama manusia hidup. Meskipun otak tidak menyuruhnya untuk bergerak, otot jantung tetap akan bergerak.
Baca Juga: Viral! Momen Seru Prajurit TNI Pamer Otot Bersama Tentara Amerika
Adapun ciri-ciri otot jantung:
- Inti sel banyak dan terletak di tengah
- Bentuknya memanjang, silindris, dan serabut selnya bercabang dan saling menyatu
- Hanya terdapat di jantung dan bekerja di luar kesadaran (involunter/otonom)
- Kontraksinya kuat dan berirama
- Mempunyai garis melintang.
b. Otot lurik
Otot lurik disebut juga dengan otot rangka. Letaknya menempel pada rangka tubuh dan digunakan sebagai alat pergerakan.
Disebut lurik karena otot ini punya semacam pola serat bergaris. Berbeda dengan otot jantung, otot lurik merupakan otot yang volunter, artinya harus secara sadar digerakan.
Adapun ciri-ciri dari otot lurik:
- Inti sel banyak dan berada di bagian tepi
- Bentuknya silindris, panjang, punya ribuan serabut yang membentuk jaringan otot
- Terdapat pada otot lengan, perut, pipi, dan rangka tubuh
- Termasuk otot volunter (harus bekerja dengan kesadaran)
- Mampu bekerja keras dan cepat, tapi mudah lelah.
c. Otot polos
Otot polos berbentuk gelendong, dan termasuk ke dalam jenis otot otonom. Biasanya melapisi organ-organ dalam di tubuh. Seperti dinding usus, pembuluh darah, sampai dinding rahim.
Adapun ciri-ciri otot polos:
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak