Suara.com - Selain fakta mengenaskan 41 orang narapidana tewas dalam peristiwa nahas kebakaran Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas Kelas 1 Tangerang. Peristiwa tersebut juga menimbulkan 71 korban luka bakar ringan hingga berat.
Kebakaran terjadi blok C Lapas Kelas 1 Tangerang pukul 01.45 WIB Rabu (8/9/2021) dini hari. Dugaan sementara kebakaran disebabkan korsleting listrik.
Tapi hal yang perlu diingat, penting bagi masyarakat tahu penanganan dan pertolongan pertama luka bakar, yang bergantung pada tingkat luka bakar yang dialami.
Mengutip WebMD, Rabu (8/9/2021) luka bakar terbagi pada tiga tingkat. Tingkat pertama luka bakar mempengaruhi lapisan paling atas kulit, tingkat kedua luka bakar mempengaruhi hingga 2 lapisan kulit atas, dan luka bakar tingkat tiga menembus semua lapisan kulit.
Apabila luka bakar sudah menembus semua lapisan kulit, maka tindakan terbaik meminta bantuan medis dengan menelepon 112 untuk gawat darurat kebakaran, memanggil ambulans atau petugas medis, hingga kecelakaan.
Saat kulit sudah terlihat kasar dan hangus, hingga bercak putih, coklat hingga menghitam. Atau jika yang mengalami luka bakar bayi atau lansia maka segera menghubungi petugas medis.
Langkah pertolongan pertama untuk semua luka bakar:
1. Hentikan sumber pembakar kulit
- Padamkan api pada orang tersebut dengan cairan panas, uap, dan lain-lain. Bantu orang tersebut memadamkan api ditubuhnya dengan cara bergulih atau menjatuhkan diri.
- Singkirkan bahan yang terbakar dari orang tersebut.
- Lepaskan pakaian yang panas atau yang terbakar. Jika pakaian menempel pada kulit, potong atau sobek di kain bagian yang tidak menempel.
2. Lepaskan pakaian yang mengikat
Baca Juga: Ironi, Ada Suara Jeritan Minta Tolong Saat Kebakaran Terjadi di Lapas Tangerang
Seperti lepaskan perhiasan, ikat pinggang, dan pakaian ketat. Karena jika tidak dilepaskan memicu pembengkakan pada luka bakar.
Pertolongan luka bakar tingkat pertama
1. Buat suhu dingin
- Tahan kulit yang terbakar di bawah air dingin atau rendam dalam air dingin sampai rasa sakit mereda.
- Gunakan kompres jika air mengalir tidak tersedia.
2. Lindungi luka bakar
- Tutup dengan perban steril non-perekat atau kain bersih.
- Jangan mengoleskan mentega, minyak, losion, atau krim, khusunya jika produk mengandung pewangi. Oleskan salep berbahan dasar minyak bumi dua hingga tiga kali sehari.
3. Mengobati nyeri dan perih
Berikan pereda nyeri yang dijual bebas seperti acetaminophen (Panadol , Tylenol), ibuprofen ( Advil , Motrin , Nuprin ), atau naproxen ( Aleve , Naprosyn ).
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak