Suara.com - Berdasarkan survei daring Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, mayoritas atau 54 persen mendambakan pembelajaran tatap muka (PTM) atau sekolah tatap muka.
Hasilnya, sekolah tatap muka sudah dibuka pemerintah di daerah berzona hijau, dengan prinsip kehati-hatian, sebagaimana yang disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin.
"Pendidikan tatap muka yang nanti dimulai, itu harus dijalankan dengan ekstra hati-hati," jelas Menkes Budi beberapa waktu lalu.
Tidak hanya saat berangkat, selesai dan pulang dari sekolah tatap muka juga ada aturan yang harus dipatuhi, sebagaimana mengutip Panduan Panduan Orangtua dalam Menghadapi PTM yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19, sebagai berikut:
Aturan dan protokol kesehatan selesai sekolah tatap muka:
- Tetap menggunakan masker dan melakukan cuci tangan pakai sabun atau CTPS sebelum meninggalkan ruang kelas.
- Meninggalkan ruangan kelas secara tertib dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter.
- Penjemputan siswa menunggu di lokasi yang telah disediakan dan lakukan jaga jarak.
Aturan saat tiba di rumah usai sekolah tatap muka:
- Melepas alas kaki, meletakan barang-barang yang dibawa di luar ruangan, dan melakukan disinfeksi terhadap barang barang tersebut. Misal jaket, tas, sepatu dan lain-lain.
- Membersihkan diri atau mandi dan mengganti pakaian sebelum
berinteraksi dengan orang lain dalam rumah. - Tetap melakukan PHBS atau pola hidup bersih dan sehat, khususnya CTPS secara rutin.
- Jika mengalami gejala seperti suhu tubuh di atas 37,3 derajat celcius, keluhan batuk, pilek, sakit tenggorokan sesak napas setelah kembali dari sekolah, warga sekolah diminta untuk melapor ke sekolah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?