Suara.com - Sejumlah negara-negara di Eropa telah melonggarkan pembatasan sosial, seiring menurunnya kasus COVID-19, termasuk Belanda.
Pemerintah Belanda diperkirakan akan melonggarkan pembatasan COVID-19 pada Selasa, seperti negara-negara lain di Eropa, dan memberlakukan pas corona.
Kartu izin tersebut menunjukkan bukti vaksinasi yang membolehkan si pemegang untuk makan di luar dan mengunjungi acara kebudayaan.
Kabinet Perdana Menteri Mark Ruth diharapkan akan mencabut keharusan menjaga jarak sosial mulai 25 September, kata lembaga penyiaran Belanda NOS yang mengutip sejumlah sumber.
Kewajiban penggunaan masker di transportasi umum dan sekolah, serta imbauan agar pegawai bekerja dari rumah jika memungkinkan, masih akan berlaku.
Kepemilikan pas corona bersifat wajib bagi mereka yang berusia 13 tahun ke atas, yang hendak mendatangi restoran, bar, bioskop dan museum, katanya.
Lebih dari 70 persen populasi Belanda atau 12,6 juta orang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19, sementara 65 persen telah mendapatkan vaksinasi lengkap, menurut data resmi.
Dewan penasihat kesehatan pemerintah pada Selasa mengatakan tidak ada kebutuhan untuk vaksin ketiga yang dikenal sebagai dosis penguat bagi masyarakat umum sebab vaksinasi masih dianggap efektif.
Infeksi baru COVID-19 di Belanda turun menjadi sekitar 2.000 per hari dan sekitar 450 pasien COVID-19 sedang dirawat di rumah sakit.
Baca Juga: TOP 3 NEWS: Mengusut Petasan Kertas Alquran Hingga Deretan Pejabat Kaya Indonesia
Berita Terkait
-
Usai Pisah dengan Timnas Indonesia, Alex Pastoor Blak-blakan Incar Kursi Pelatih AZ Alkmaar
-
Maarten Paes: Jadi Kiper Utama Ajax Terbuka, Saya Harus Asah Kemampuan
-
2 Pemain Keturunan Indonesia Masuk Tim Terbaik Liga Belanda
-
Joey Pelupessy Kepergok Balik ke Eredivisie Belanda, Tak Jadi ke Persib?
-
Jumpa Fernando Torres saat Trial di Atletico, Tony Kouwen Galau Pilih Timnas Indonesia atau Belanda
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga