Suara.com - Pemerintah Australia tengah menggenjot upaya percepatan vaksinasi COVID-19 nasional, di tengah laporan peningkatan kasus COVID-19.
Untuk meningkatkan minat warga terhadap vaksinasi, Perdana Menteri Australia Scott Morrison bahkan menjanjikan lebih banyak kebebasan bagi warga yang divaksin.
Morrison mengatakan para pemimpin federal dan negara bagian akan membahas tentang paspor vaksin dan memperluas karantina rumah ketika mereka bertemu dalam rapat kabinet nasional pada Jumat (17/9/2021) sore ini.
"Anda akan melihat orang yang divaksin dapat bergerak dan melakukan lebih banyak hal," kata Morrison kepada stasiun radio 3AW.
"Mereka cenderung tidak terkena virus, menularkan virus, atau mendapatkan penyakit serius dan berakhir di rumah sakit. Jadi, itu tidak akan memberi tekanan pada sistem rumah sakit umum," ujarnya.
Para pejabat kesehatan Australia telah memperingatkan bahwa wabah varian Delta saat ini kemungkinan akan membebani sistem perawatan kesehatan ketika negara-negara bagian melanjutkan rencana untuk mencabut penguncian (lockdown) di Sydney, Melbourne, Canberra dan beberapa daerah lainnya.
Negara bagian Victoria pada Jumat melaporkan 510 kasus baru COVID-19 dan satu kematian baru. Sebagian besar kasus COVID-19 Victoria berada di ibu kota Melbourne.
Sebelumnya negara bagian tersebut melaporkan 514 kasus baru COVID-19 pada Kamis, yakni angka tertinggi dalam wabah saat ini.
Morrison telah menganjurkan pembukaan kembali Australia sejalan dengan meningkatnya tingkat vaksinasi.
Baca Juga: Nicki Minaj Sebut Vaksin Covid-19 Sebabkan Kemandulan, Dokter: Tidak Masuk Akal!
Dia mengonfirmasi bahwa 70,6 persen dari populasi Australia yang berusia di atas 16 tahun telah menerima dosis pertama vaksin COVID.
Di bawah rencana pembukaan kembali nasional pemerintah federal, para pemimpin negara-negara bagian dan wilayah Australia telah didesak untuk secara bertahap melonggarkan aturan pembatasan yang ketat, termasuk kontrol perbatasan.
Langkah pelonggaran itu diputuskan setelah 70-80 persen populasi orang dewasa di Australia telah divaksin sepenuhnya.
Namun, tidak semua pemimpin negara bagian dan wilayah setuju dengan rencana pembukaan kembali tersebut.
Morrison mengatakan kabinet nasional akan mempertimbangkan kapan harus mulai mengurangi karantina hotel dan menggantinya dengan karantina rumah bagi para pelancong yang tiba di Australia.
Negara bagian New South Wales dan Victoria sedang menguji perangkat lunak pengenalan wajah yang memungkinkan polisi memeriksa orang-orang di rumah selama karantina COVID-19. Langkah itu memperluas uji coba kontroversial yang telah dikritik oleh para aktivis privasi.
Berita Terkait
-
Pemain Timnas Australia Klarifikasi Usai Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya
-
Profil Craig Goodwin: Pemain Berlabel Timnas Australia yang Dirumorkan ke Persebaya
-
Persebaya Bikin Gebrakan: Bidik Bintang Piala Dunia 2022 yang Pernah Bobol Gawang Timnas Indonesia
-
Australia Barat, Destinasi Liburan Keluarga yang Nyaman untuk Semua Generasi
-
Bela-belain Pindah Negara, Awkarin Tetap Dicampakkan Pacar Bule
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli