Suara.com - Masa pandemi memang menyulitkan bagi banyak orang. Kendati PPKM sudah mulai dilonggarkan, ritme aktivitas di masa COVID-19 tidak sepenuhnya membuat orang-orang merasa nyaman.
Di beberapa situasi, kecenderungan untuk Work From Home atau Study From Home justru membuat banyak orang merasa tertekan.
Salah satu penyebabnya adalah karena ketika berada di rumah, batas antara bekerja atau belajar dengan beristirahat kian bias. Tidak sedikit orang-orang yang merasa kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan mentalnya.
Berikut adalah lima hal yang bisa kamu jadikan sebagai tolok ukur atau penanda bahwa diri kamu sedang tidak baik-baik saja.
1. Mudah Sedih atau Gelisah Tak Menentu
Menurut Psikolog Klinis Falah Farras yang juga merupakan Co-Founder Social Connect, pola emosi manusia biasanya bervariasi. Namun, perasaan positif maupun negatif itu biasanya datang secara berimbang.
Tetapi apabila perasaan negatif terasa lebih dominan selama sebulan terakhir, itu bisa saja berarti kamu sedang tidak baik-baik saja.Misalnya, kamu jadi lebih mudah sedih, lebih mudah gelisah, atau mengalami perubahan emosi secara signifikan dalam kurun waktu singkat.
Kecenderungan untuk sering berkonflik, bergosip tentang orang lain, atau mudah ke-trigger dengan hal yang dilakukan oleh orang lain juga bisa menjadi patokan bahwa kesehatan mental kamu sedang tidak baik-baik saja.
2. Sulit Tidur
Pernah merasakan sulit tidur atau merasa lelah walau sudah tidur berjam-jam? Kalau iya, berarti tubuh kamu sedang memberikan pertanda bahwa kesehatan mental kamu sedang berada dalam kondisi yang kurang baik.
3. Kenaikan atau Penurunan Berat Badan Secara Signifikan
Ketika mengalami stres, tubuh biasanya akan mengeluarkan sinyal tertentu. Sinyal-sinyal ini biasanya akan mempengaruhi beragam aspek dengan dampak yang berbeda pula. Salah satu di antaranya adalah pola makan yang jadi tidak teratur.
Baca Juga: Dampak Buruk Terjebak Hubungan Toksik: Sering Nangis Hingga Kesehatan Mental Turun
Biasanya ketika kondisi mental sedang dalam kondisi tidak baik, kamu punya kecenderungan untuk makan dalam jumlah atau porsi yang lebih banyak atau sebaliknya. Terkadang, ada pula orang-orang yang mengalami waktu makan yang tidak wajar, frekuensi makan menjadi lebih sering, atau justru jadi lebih sedikit.
4. Demotivasi
Kamu mulai merasa kehilangan tujuan. Ada keinginan untuk menarik diri dari setiap aktivitas yang kamu jalani. “Tugas-tugas akademiknya jadi enggak terselesaikan mungkin, atau pekerjaannya jadi terbengkalai. Burn out, performa pekerjaan atau pendidikan terganggu. Salah satu saja terjadi, itu berarti kita enggak baik-baik saja,” kata Farras.
5. Sulit Berkonsentrasi
Ketika kesehatan mental kamu berada dalam kondisi yang tidak baik, kamu akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. Kamu akan merasa sulit untuk memfokuskan pikiran atau memperhatikan sesuatu.
Walaupun tidak memberikan dampak negatif secara langsung terhadap kondisi fisik, namun kesulitan berkonsentrasi bisa mengganggu aktivitas. Dampaknya seperti kesulitan mengingat sesuatu, mudah lupa, tidak mampu mengerjakan hal-hal yang rumit, hingga mudah menyerah ketika dihadapkan dengan posisi yang sulit.
Lantas, apa yang harus dilakukan?
Menurut Falah Farras, kondisi kesehatan mental dapat dideteksi secara dini. Cek diri kamu apakah salah satu di antara kelima hal di atas terjadi pada dirimu. Apabila iya, kamu harus mencari tahu akar permasalahan yang dianggap mampu memicu kondisi tersebut.
Identifikasi masalahnya terlebih dahulu, lalu cari solusinya. Ketika mengumpulkan berbagai alternatif solusi, pahami juga risiko atau konsekuensi positif maupun negatif yang mungkin muncul dari solusi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma