Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang mempersiapkan untuk memulai penyelidikan tentang asal-usul virus corona, demikian seperti dilansir dari Times of India.
WHO kini sedang mengumpulkan tim yang terdiri dari 20 ilmuwan untuk mencari bukti baru.
Penyelidikan baru muncul setelah penyelidikan awal WHO menemukan bahwa data yang diberikan oleh para ilmuwan China tidak cukup untuk menjawab pertanyaan kunci tentang asal virus.
Laporan tersebut menyatakan bahwa tim ilmuwan baru, yang mencakup spesialis dalam keamanan laboratorium dan biosekuriti dan ahli genetika, dapat ditugaskan untuk memeriksa apakah virus baru muncul dari laboratorium, serta penyelidikan yang lebih luas tentang risiko virus di masa depan dan hubungannya dengan perilaku manusia.
WHO percaya bahwa inisiatif baru ini akan membantu mempercepat penyelidikan yang berisiko kehabisan waktu, dan sampel darah dari korban virus awal menjadi tidak dapat digunakan.
Sebelumnya pada Agustus lalu, AS sempat merilis laporan penelusuran asal-usul virus Covid-19.
Meski menolak laporan itu, Beijing telah mengajukan pernyataan serius dengan Washington yang menyebut laporan itu sebagai "sepenuhnya politis, dan tidak memiliki dasar ilmiah dan kredibilitas."
Dalam pernyataan tegas, Wakil Menteri Luar Negeri China Ma Zhaoxu mengatakan AS harus "berhenti meracuni" kerja sama internasional dalam penelusuran virus dan kembali ke jalur yang benar dari penelusuran asal-usul ilmiah dan kerja sama dalam perang melawan pandemi.
Ringkasan laporan yang tidak diklasifikasikan menyatakan bahwa Komunitas Intelijen AS (IC) menilai bahwa asal-usul penyakit virus corona baru mungkin tidak akan pernah dapat diidentifikasi secara pasti tanpa informasi tambahan.
Baca Juga: LENGKAP Daftar Lokasi Wajib Aplikasi PeduliLindungi di Batam
Menurut laporan itu, komunitas intelijen AS masih terbagi tentang yang mana dari dua teori -- bahwa virus itu berasal dari kebocoran laboratorium atau bahwa virus itu melompat dari hewan ke manusia, secara alami. Ada konsensus di antara badan-badan intelijen bahwa dua teori yang berlaku masuk akal, kata laporan itu.
Sebuah tim ilmuwan yang dipimpin WHO yang melakukan perjalanan ke China pada awal 2021 untuk menyelidiki asal-usul virus berjuang untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang penelitian apa yang dilakukan China sebelumnya, menghadapi kendala selama kunjungannya, dan memiliki sedikit kekuatan untuk melakukan penelitian secara menyeluruh dan tidak memihak. riset.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak