Health / konsultasi
Vania Rossa | Lilis Varwati
Ilustrasi olahraga (shutterstock)

Suara.com - Olahraga rutin ternyata tidak selalu menjamin berat badan akan turun. Akan tetapi, olahraga rutin bisa berdampak pada kehidupan yang lebih sehat dan lebih lama.

Studi yang dipimpin oleh Glenn Gaesser dari Arizona State University Phoenix menganalisis hubungan antara kebugaran, berat badan, kesehatan jantung, dan umur panjang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga, bahkan untuk orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, biasanya menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian dini jauh lebih banyak daripada melakukan diet.

"Mengontrol berat badan untuk mengobati kondisi kesehatan terkait obesitas mungkin lebih efektif daripada diet penurunan berat badan. Juga dapat menghindari jebakan kegagalan penurunan berat badan berulang," kata penelitian tersebut.

Baca Juga: Ingin Cegah Kondisi Fatal Saat Olahraga? Ikuti Saran Penting Ini Soal Jantung

Gaesser selama beberapa dekade telah mempelajari efek aktivitas fisik pada komposisi dan metabolisme tubuh manusia, menurut The New York Times.

Dia berkolaborasi dengan Siddhartha Angadi, seorang profesor pendidikan dan kinesiologi di University of Virginia, Charlottesville, untuk menganalisis lebih dari 200 meta-analisis dan studi individu.

"Manfaatnya jauh lebih besar meningkatkan kebugaran (dengan berolahraga) daripada menurunkan berat badan," tulis Gaesser.

Hasilnya menunjukkan bahwa olahraga rutin yang dilakukan laki-laki dan perempuan dengan kondisi obesitas bisa menurunkan risiko kematian dini hingga 30 persen, meskipun mereka tidak diet menurunkan berat badan.

Para peneliti beranggapan, hanya fokus menurunan berat badan tidak banyak mengubah risiko. Risiko kematian dini pada obesitas hanya turun sekitar 16 persen, tetapi hasil pada setiap penelitian berbeda-beda.

Baca Juga: 5 Manfaat Olahraga Lari, Latihan Kekuatan Kaki Jadi Kunci Kesehatan Otak!

Akan tetapi, Gaesser menyarankan, pada orang yang obesitas sebaiknya mengikuti arahan olahraga dari profesional perawatan kesehatan atau pelatih personal. Tujuannya, agar latihan yang dilakukan sesuai dengan kondisi kesehatan.

"Profesional perawatan kesehatan dapat memberikan resep olahraga atau, sebagai alternatif, memberikan rujukan ke profesional olahraga yang memenuhi syarat," ucap Gaesser, sebagaimana diberitakan Fox News.

Komentar

terkini