Suara.com - Demam berdarah (DBD) di tengah pandemi bisa mengaburkan gejala virus corona Covid-19. Karena, kedua penyakit itu bisa menyebabkan demam sebagai gejala umumnya.
Bedanya, demam berdarah (DBD) adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Sedangkan, virus corona Covid-19 adalah penyakit yang ditularkan melalui transmisi droplet pernapasan.
Demam berdarah termasuk penyakit musiman yang terjadi setiap tahunnya. Gejalanya yang hampir mirip virus corona Covid-19 bisa membuat orang sulit membedakan keduanya.
Apalagi, virus corona Covid-19 maupun DBD adalah penyakit virus yang kemungkinan mengalami gejala serupa cukup tinggi. Beberapa gejala umum serupa pada kedua infeksi penyakit tersebut, termasuk nyeri tubuh, myalgia, kedinginan, demam dan mual.
Meskipun melakukan tes adalah satu-satunya cara mendiagnosis kedua kondisi kesehatan tersebut. Terkadang dilansir dari Times of India, dokter juga menyarankan pasien untuk mewaspadai 1 gejala dari kedua kondisi tersebut, yakni demam.
Walaupun kedua penyakit itu bisa menyebabkan demam. Tapi, demam akibat virus corona Covid-19 biasanya lebih rendah atau sedang dan bisa diatasi dengan mengonsumsi obat-obatan. Jika demam berlanjut selama lebih dari 7 hari, maka pertanda infeksi serius akibat virus corona.
Pada DBD, demam bisa terjadi dangat tinggi dan disertai gejala lain yang mengkhawatirkan. Pasien juga mungkin membutuhkan perawatan intensif untuk sembuh.
Menurut beberapa laporan, jenis virus dengue sekarang ini, DENV-2 juga menyebabkan intensitas gejala yang lebih parah, termasuk demam tinggi yang mematikan.
Demam akibat DBD juga bisa terjadi terus-menerus dan persisten. Sedangkan, demam akibat virus corona Covid-19 biasanya datang dan pergi.
Baca Juga: Studi: Infeksi Virus Corona Covid-19 Ringan Bisa Berdampak pada Otak
Selain demam, ada juga sedikit perbedaan dalam timbulnya gejala kedua infeksi penyakit tersebut. Infeksi virus corona biasanya muncul dengan 1 atau lebih gejala pada satu waktu yang sama.
Pasien bisa mengalami batuk terus-menerus dan demam, gejala gastrointestinal dan demam atau kelelahan dan demam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
Terkini
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas