Suara.com - Rokok menjadi salah satu topik yang paling ramai dibahas warganet di Twitter sejak kemarin. Pantauan suara.com, ada sebanyak 27,6 ribu tweet mengenai rokok hingga sore tadi.
Secara umum, pembahasan mengenai rokok yang dituliskan warganet beragam. Mulai dari bahaya rokok bagi kesehatan, perbandingan terlalu banyak rokok dan konsumsi gula terhadap kesehatan, hingga bea cukai rokok.
Namun terlepas dari itu, telah banyak penelitian ilmiah yang membuktikan konsumsi rokok berbahaya bagi tubuh.
Tak perlu menunggu waktu lama, zat kimia dari rokok tersebut mampu mengubah sistem kerja tubuh jadi lebih buruk hanya dalam hitungan menit.
Dikutip dari Keck Medicine, dalam waktu 20 menit pasca-merokok, zat nikotin memasuki aliran darah dan meningkatkan denyut nadi juga tekanan darah. Indera penciuman mulai berkurang.
Karena nikotin termasuk stimulan, otak akan melepaskan zat kimia yang memunculkan perasaan senang atau membuat ingin makan. Namun, jika hasrat itu tidak dipenuhi, maka akan muncul perasaan cemas dan mudah tersinggung.
Mencapai 8 hingga 48 jam paskamerokok, zat nikotin dan karbon monoksida mulai keluar dari sistem peredaran darah. Tapi itu hanya terjadi jika tidak merokok selama waktu tersebut.
Selanjutnya, kelebihan lendir yang dibuat untuk melapisi dan melindungi paru-paru akan mulai mengalir.
Nikotin tidak hanya membuat ketagihan, tetapi juga menghambat indera penciuman dan perasa. Dibutuhkan dua hari bagi tubuh untuk mengeluarkan nikotin dan indera penciuman kembali normal.
Baca Juga: Ngeri! Ini 5 Dampak Pasangan Selingkuh untuk Kesehatan Mental
Gangguan pendengaran juga termasuk efek samping merokok yang sedikit diketahui. Sebab ketika seseorang merokok, oksigen di telinga bagian dalam akan habis.
Kepala divisi bedah toraks di Keck Medicine of USC Anthony W. Kim, MD, mengatakan bahwa merokok bisa mempersulit sirkulasi darah. Itu sebabnya, saat berolahraga dan aktivitas fisik lainnya dapat membuat lebih cepat lelah.
Ia menyarankan, bagi siapapun yang tidak pernah perokok, jangan sekalipun mencobanya. Jika sudah menjadi perokok aktif atau pun hanya sesekali, lebih baik lakukan skrining untuk kanker paru-paru.
"Kepentingan terbaik, mutlak setiap individu untuk tidak pernah merokok. Atau setidaknya berhenti merokok, jika mereka adalah perokok saat ini,” kata Anthony.
“Ada ratusan ribu orang yang benar-benar sekarat karena penyakit yang berhubungan dengan merokok dan berharap mereka memiliki pilihan lagi untuk tidak pernah memulainya," ucap Anthony.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh