Suara.com - Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang menganggap remeh masalah kesehatan gigi dan mulut. Padahal, masalah tersebut bisa berimplikasi pada kesehatan lainnya.
Salah satunya ialah berkaitan dengan penyakit diabetes. Hal itu terungkap dalam Studi terbaru oleh Ipsos dan GSK Consumer Healthcare, dengan 4.500 peserta dari 9 negara, termasuk 500 peserta dari Indonesia.
Dalam keterangannya, baru-baru ini, kesehatan mulut yang buruk bisa menyebabkan peradangan gusi dan infeksi. Hal ini mempersulit tubuh untuk mengendalikan level gula darah, dan merespons dengan baik terhadap insulin.
Pada gilirannya, level glukosa darah yang tinggi dalam ludah penderita diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, dan level gula darah mereka yang tinggi bisa menimbulkan luka umum, termasuk luka di dalam mulut, yang penyembuhannya menjadi lebih pelan.
Sementara 58 persen responden yang berusia antara 18-29 tahun menyadari bahwa kesehatan mulut yang baik memiliki dampak positif dalam membantu mempertahankan level gula darah dan menangani diabetes, angka ini turun menjadi hanya 49 bagi responden yang berusia di atas 50 tahun.
Bagi kelompok berusia lebih dari 50 tahun yang berisiko lebih tinggi, yang lebih mungkin mengidap Diabetes tipe 2, perlu peningkatan kesadaran dan edukasi yang lebih ditargetkan.
"Hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan secara keseluruhan telah didokumentasikan dengan baik oleh komunitas ilmiah. Namun, kesadaran publik terhadap manfaat yang lebih luas dari menyikat gigi dengan hati-hati, merawat rongga mulut Anda, dan kunjungan berkala ke dokter gigi masih tetap rendah," kata drg. Hari Sunarto, Sp.Perio(K), Presiden Ikatan Periodontologi Indonesia,
Ia melanjutkan bawha ini sangat mengkhawatirkan. Ada kebutuhan nyata untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa risikonya lebih besar daripada hanya sekadar senyum, jika mereka tidak merawat mulut mereka dengan baik.
Semenatara itu, Manajer Umum, Asia Tenggara dan Taiwan, GSK Consumer Healthcare, Emerson Aguinaldo, mengatakan bahwa sehat bukanlah hanya tentang memasang foto Anda sedang berlari atau berolahraga di pusat kebugaran – melainkan bisa merupakan kebiasaan yang paling biasa, kebiasaan di balik layar yang memiliki dampak terbesar.
Baca Juga: Temuan Baru, Virus Corona Covid-19 Bisa Sebabkan Hiperglikemia
"Kebiasaan perawatan mulut yang baik seperti menyikat gigi secara teratur dengan baik menggunakan produk kesehatan konsumen yang sudah terbukti efektif (pasta gigi, cairan kumur, dan benang gigi) bukanlah pengecualian," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?