Suara.com - Sejumlah negara telah memberikan suntikan booster vaksin Covid-19 untuk penduduknya. Tak terkecuali Inggris yang menggunakan suntikan booster vaksin Pfizer dan Moderna.
NHS mengatakan memutuskan penggunaan vaksin Pfizer dan Moderna sebagai suntikan booster vaksin Covid-19, setelah menganalisis data dari uji klinis. Badan kesehatan itu memastikan tidak ada masalah keamanan terkait dengan suntikan booster vaksin Pfizer dan Moderna.
Meskipun badan Pengawas telah menyimpulkan bahwa tidak ada risiko berbahaya dari suntikan booster vaksin Covid-19. Tapi, penerima suntikan booster vaksin Covid-19 tetap bisa mengalami efek samping.
Beberapa wawasan paling menarik muncul dari analisis Food and Drug Administration (FDA) dilansir dari Express, yang berfungsi sebagai prasyarat untuk meluncurkan suntikan booster vaksin Pfizer di AS.
FDA menganalisis data keamanan dan respons imun dari subset peserta yang mengikuti uji klinis asli vaksin Pfizer. Selain itu, Pihaknya juga mempertimbangkan data mengenai kemanjuran vaksin Pfizer selama periode waktu berkelanjutan yang disediakan oleh AS, Inggris dan Israel.
Setelah mengevaluasi keamanan pada 306 peserta usia 18 hingga 55 tahun dan 12 peserta usia 65 tahun ke atas yang diikuti selama lebih dari 2 bulan.
FDA menemukan adanya pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, yang paling banyak ditemukan setelah orang-orang menderima suntikan booster vaksin Covid-19 daripada suntikan dosis pertama dan kedua sebelumnya.
Efek samping yang paling sering dilaporkan oleh peserta uji klinis suntikan booster vaksin Covid-19 adalah nyeri, Kemerahan, bengkak di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta kedinginan.
NHS menjelaskan bahwa idealnya orang-orang akan mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19 setidaknya 6 bulan setelah mendapatkan suntikan dosis kedua.
Baca Juga: Cuma Jaga Jarak Tapi Tak Pakai Masker, Bisakah Lindungi dari Virus Corona?
Tapi, sekarang ini suntikan booster vaksin Covid-19 akan diutamakan bagi kelompok yang paling berisiko, seperti lansia, petugas kesehatan dan orang dengan masalah kesehatan serius.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Sepatu Lari Diadora Diskon 50 Persen di Sports Station, Harga Jadi Rp200 Ribuan
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty