- PT Peter Metal Technology (PMT), pabrik peleburan besi di Cikande, Serang, ternyata sudah tutup sebelum sesaat viral kebocoran zat radioaktif Cesium-137.
- Kasus serius ini terungkap setelah Amerika Serikat menolak ekspor udang yang terkontaminasi dari pabrik terdekat.
- Sebanyak 9 warga sekitar dikonfirmasi positif terpapar, dan tingkat kontaminasi mencapai 875.000 kali lipat dari batas normal.
Suara.com - Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, kini berstatus kejadian khusus radiasi radionuklida Cesium-137 (Cs-137) setelah terungkapnya skandal pencemaran serius yang diduga berasal dari operasional PT Peter Metal Technology (PMT).
Perusahaan yang bergerak di bidang peleburan besi tersebut kini telah ditutup oleh pemerintah dan menjadi sorotan nasional usai mengancam kesehatan masyarakat dan rantai ekspor pangan.
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, mengonfirmasi PT PMT sebagai titik utama pencemar radioaktif. Perusahaan ini disorot karena menggunakan metode induksi untuk mengolah scrap (besi bekas), yang menyebabkan polusi radiasi menempel pada fasilitas produksi, bahkan mencemari produk ekspor di pabrik terdekat.
9 Warga Positif Terpapar, Kontaminasi Capai 875.000 Kali Lipat
Insiden ini tergolong sangat serius. Kementerian Kesehatan mencatat, dari hasil pemeriksaan terhadap lebih dari 1.562 pekerja dan warga sekitar, ditemukan 15 orang positif terpapar radiasi Cs-137.
Sembilan orang di antaranya dipastikan terpapar berdasarkan pemeriksaan whole body counter (WBC).
Sementara itu, BMKG/BPLH mengungkapkan temuan tingkat kontaminasi yang mengejutkan: zat Cs-137 mencapai 33.000 mikrosievert per jam, atau sekitar 875.000 kali lipat di atas kandungan Cs-137 dalam lingkungan alami.
Tingginya angka radiasi ini ditegaskan Hanif Faisol sebagai hal yang sangat serius dan memerlukan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Fakta-Fakta Mengejutkan Terkait PT PMT
Baca Juga: Apa Itu Cesium-137? Zat Radioaktif yang Ditemukan di Udang Cikande
Kasus pencemaran radioaktif ini menyimpan sejumlah fakta yang menggarisbawahi kegagalan pengawasan industri:
1. Awal Mula Terungkap dari Penolakan Udang AS
Kebocoran radioaktif Cs-137 pertama kali terendus setelah Amerika Serikat (AS) menolak udang beku yang diekspor oleh PT Bahari Makmur Sejati (BMS).
PT BMS yang hanya berjarak 3 km dari PT PMT, disinyalir terkontaminasi lantaran polusi radiasi yang dihasilkan PT PMT terbang dan menempel pada produk udang.
2. Modus Operasi Menyebabkan Polusi Terbang
Hanif Faisol menjelaskan bahwa PT PMT mengolah besi bekas dengan metode induksi. Polusi radiasi yang dihasilkan kemudian "terbang" dan menempel pada berbagai fasilitas, termasuk fan exhaust, generator, dan bahkan mencemari udang, sebelum akhirnya menempel di badan udang.
Berita Terkait
-
Kasus Udang Tercemar Radioaktif, Greenpeace Soroti Kecerobohan Pemerintah Awasi Industri Logam
-
Horor Cesium-137 Cikande: Radiasi 875.000 Kali Normal, Pemerintah Stop Impor Besi Tua
-
Menteri Zulhas Sebut Aman, Dokter Farhan Ingatkan Risiko Kanker dari Udang Terkontaminasi Cesium-137
-
5 Fakta Cesium-137 di Cikande, Radiasi Berbahaya Butuh Waktu 30 Tahun untuk Hilang
-
Darurat Radiasi Cesium-137 Cikande: Warga Zona Merah Terancam, Pemerintah Siapkan Evakuasi
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi