Suara.com - Pelatihan mental atau meditasi yang meningkatkan berbagai kemampuan, sepeti perhatian, kasih sayang, hingga rasa syukur, dapat mengurangi konsentrasi hormon stres kortisol di rambut.
Berdasarkan studi oleh ilmuwan dari Institut Max Planck untuk Ilmu Kognitif dan Otak Manusia di LeipZig, Jerman, jumlah kortisol di rambut dapat menunjukkan seberapa banyak orang mengalami stres secara terus-menerus.
Stres tidak hanya membebani kesejahteraan penderitanya, tetapi juga berkaitan dengan sejumlah penyakit fisiologis, seperti diabetes, penyakit jantung, serta gangguan mental seperti depresi.
Oleh karenanya, Medical Xpress melaporkan para ahli sedang mencari metode efektif untuk mengurangi stres sehari-hari dalam jangka panjang.
Salah satu pilihan yang menjanjikan adalah pelatihan mindfulness, di mana peserta melatih keterampilan kognitif dan sosial.
Berbagai penelitian pun telah menunjukkan bahwa orang sehat merasa kurang stres setelah melakukan pelatihan mindfulness.
Untuk mengetahui bagaimana pelatihan mindfulness dapat meredakan stres, studi yang terbit di jurnal Psychosomatic Medicine ini menghitung tingkat hormon stres kortisol di rambut setelah melakukan pelatihan ini.
"Semakin lama stres, semakin lama peningkatan kortisol menyebar di tubuh, termasuk menyebabkan penumpukan di rambut," kata penulis studi Lara Puhlmann.
Rerata rambut akan tumbuh satu sentimeter per bulan. Untuk mengetahui tingkat stres peserta studi, peneliti menganalisis jumlah kortisol pada rambut sepanjang tiga sentimeter (dari kulit kepala) setiap tiga bulan selama kurun waktu 9 bulan.
Baca Juga: Bisakah Ambeien Kambuh karena Sering Stres? Ini Penjelasan Dokter
Hasil studi menunjukkan setelah enam bulan pelatihan, jumlah kortisol di rambut peserta menurun secara drastis, rerata sebesar 25%.
Dalam tiga bulan pertama peneliti hanya melihat sedikit efek, tetapi kemudian meningkat pada tiga bulan berikutnya. Di sepertiga terakhir, tingkat kortisol tetap pada level rendah.
Karena temuan ini, peneliti berasumsi bahwa pelatihan mindfulness cukup lama lah yang dapat menurunkan stres secara signifikan. Isi pelatihan juga tidak memengaruhi efeknya.
Jadi, pelatihan mindfulness apa pun sama efektifnya dalam mengatasi stres kronis sehari-hari.
"Studi kami menggunakan pengukuran fisiologis untuk membuktikan bahwa intervensi pelatihan mental berbasis meditasi dapat mengurangi tingkat stres, bahkan pada orang sehat," tandas Puhlmann.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia