Suara.com - Australia telah membeli 15 ribu obat virus corona Covid-19 baru untuk persiapan menghadapi peningkatan infeksi virus corona ketika pembatasan sosial mulai dilonggarkan.
Obat virus corona Covid-19 itu bernama Ronapreve yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi Roche. Obat Ronapreve ini disebut bisa menurunkan risiko rawat inap dan kematian akibat virus corona Covid-19 sebesar 70 persen.
Obat Ronepreve ini juga akan tersedia untuk pasien virus corona Covid-19 di rumah sakit di Australia. Obat virus corona Covid-19 baru ini pun diberikan melalui suntikan intravena.
Menteri Kesehatan Federal Greg Hunt juga telah menegaskan bahwa penggunaan obat Ronepreve ini sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk melawan virus corona Covid-19 di masa mendatang.
"Tapi, hasil ini harus dipastikan lagi dalam uji klinis," kata Greg Hunt dikutip dari ABC News.
Tahap pertama peluncuran obat Ronapreve di Australia akan berlangsung akhir bulan Oktober 2021, yakni sebanyak 5.000 dosis dalam pengiriman pertama.
Pemerintah federal juga sudah mendapatkan akses untuk dosis pengobatan virus corona Covid-19 lainnya, yang dikombinasikan dengan obat Ritonavir yang dikembangkan oleh Pfizer.
Sementara itu, obat Ronepreve sendiri akan diberikan kepada pasien virus corona Covid-19 secara intravena. Sedangkan, obat Ritonavir dari Pfizer diberikan dengan cara diminum.
Saat ini, obat Ronepreve sendiri sedang masuk tahap uji coba dan belum melalui proses persetujuan dengan regulator obat-obatan Australia, Therapeutic Goods Administration (TGA).
Baca Juga: Lagi, Studi Buktikan Vaksinasi Efektif Lawan Virus Corona Penyebab Sakit Covid-19
Kepala Petugas Medis Persemakmuran, Paul Kelly mengatakan menambahkan obat-obatan ini ke Stok Medis Nasional ini sangat diperlukan karena program vaksinasi masih berkembang.
"Selama ini, kita sangat bergantung dengan masa isolasi mandiri, pengujian, pelacakan, karantina hingga pembatasan sosial untuk menekan penyebaran virus corona Covid-19," kata Paul Kelly.
Kemudian, para ahli menemukan vaksin Covid-19 untuk mencegah penularan virus corona Covid-19. Tapi, sekarang ada perawatan medis yang sudah dikembangkan, yakni perawatan antivirus yang benar-benar akan membantu mencegah infeksi virus corona Covid-19 atau mencegah gejala parah dari infeksi virus corona tersebut.
Pemerintah federal juga telah membeli 300.000 dosis obat molnupiravir yang diharapkan akan digunakan mulai tahun depan dan 31 ribu dosis obat sotrovimab.
Pemerintah federal, negara bagian teritori memperkirakan kasus virus corona Covid-19 akan meningkat ketika warga Australia berkesempatan untuk berpergian bebas.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru