Suara.com - Rambut rontok sangat umum terjadi saat maupun setelah kehamilan. Faktor-faktor seperti stres, fluktuasi hormonal dan kondisi medis yang menyertai kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan rambut.
Selama kehamilan, tubuh cenderung memproduksi estrogen dalam jumlah tinggi, hormon yang membantu rambut tumbuh lebih tebal dan lebih kuat dan menunda rambut bergerak ke fase telogen (penumpahan). Dalam kebanyakan kasus, efek ini paling terlihat pada trimester ketiga.
Namun, pada saat-saat tertentu, beberapa wanita mengalami kerontokan rambut yang bisa jadi merupakan efek samping dari morning sickness yang berkepanjangan dan diabetes gestasional.
Selain itu, dilansir dari Healthshots, perubahan hormonal selama kehamilan bervariasi pada setiap individu dan dapat mencekik sensitivitas folikel rambut, membuatnya rontok dan kehilangan volume.
Kondisi kerontokan rambut selama kehamilan ini disebut 'telogen effluvium' dan biasanya terjadi pada trimester pertama karena keseimbangan hormon berubah secara dramatis untuk mendukung pertumbuhan bayi.
Beberapa wanita juga bisa mengalami kerontokan rambut dalam 1-3 bulan setelah melahirkan. Hal ini terjadi karena penurunan jumlah estrogen yang diproduksi oleh tubuh.
Di sisi lain, penghentian konsumsi pil KB, keguguran, aborsi atau lahir mati dapat menyebabkan seseorang mengalami kerontokan rambut karena fluks pada hormon, terutama estrogen.
Pada dasarnya, kerontokan rambut dapat dipicu oleh peristiwa apa pun yang melibatkan perubahan keseimbangan hormon estrogen dalam sistem tubuh wanita.
Untuk mengatasi kerontokan rambut, makan makanan yang sehat dan seimbang yang kaya nutrisi seperti protein, kalsium dan zat besi dapat membantu.
Baca Juga: Ridho DA Pamer Perut Buncit Sepekan Setelah Menikah, Netizen: Ridho Hamil Duluan?
Ada juga vitamin prenatal tertentu yang dapat Anda konsumsi dengan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengatasi penipisan rambut.
Selain itu, faktor eksternal seperti bagaimana seseorang mengikat, menata dan merawat rambut juga perlu diperhatikan. Misalnya, hindari kepang yang ketat, sanggul dan kuncir kuda karena dapat menarik rambut dan membuatnya rontok.
Hal lain yang tidak boleh dilakukan adalah menggunakan rol panas dan pengeriting rambut atau perawatan rambut permanen lainnya karena dapat berdampak buruk pada kesehatan rambut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI