Suara.com - Pencegahan anak lahir kerdil alias stunting lewat edukasi perlu dilakukan sejak sebelum menikah, bahkan sejak masa kuliah.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyarankan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) supaya menyentuh para mahasiswa terlebih dahulu untuk dapat mencegah stunting (kekerdilan) pada anak.
“Dalam kerja sama ini maka yang pertama harus disentuh adalah bukan mereka penduduk atau masyarakat yang sudah berpasangan, tetapi para mahasiswa dan mahasiswi yang berada di perguruan tinggi yang nanti pada akhirnya, juga menuju ke arah jenjang pernikahan itu,” kata Muhadjir dikutip dari ANTARA.
Muhadjir menjelaskan, langkah tersebut perlu diambil karena banyak sekali kasus terkait stunting dimulai dari ketidakpahaman pasangan usia subur (PUS) yang belum cukup memahami pentingnya menjalani hidup dengan sehat.
Ia mengatakan, banyak remaja khususnya pada remaja putri melakukan diet yang berlebihan dan tidak rasional.
Diet berlebihan yang dilakukan tersebut, kemudian memberikan gangguan pada perkembangan janin di dalam rahim remaja putri, sehingga berimplikasi terhadap munculnya kelahiran bayi dalam kondisi stunting.
Ia juga mengatakan hal tersebut juga perlu mendapat perhatian lebih, karena stunting bukan muncul dari kasus yang tunggal saja, tetapi dari kasus yang sangat bervariasi juga sangat berpengaruh seperti akibat jarak kelahiran antar bayi dan kebudayaan di masing-masing tempat.
Menurut Muhadjir, kerja sama yang dilakukan BKKBN dengan perguruan tinggi memang sudah tepat karena dapat melakukan penyadaran dan pendidikan kepada para mahasiswa.
Selain itu, kerja sama tersebut juga dapat dilakukan sebagai pengabdian pada masyarakat untuk memberikan pengarahan dan bantuan sekaligus penyesuaian masalah stunting pada masyarakat. Namun, kegiatan yang dilakukan di lapangan perlu lebih dikembangkan.
Baca Juga: Kasus Stunting di Bantul Naik, Jadi Fokus Utama Kebijakan Pemkab
“Justru yang lebih penting adalah bagaimana aksi di lapangan harus kita kejar. Di mana kantung- kantung stunting terjadi dan kemudian kita selesaikan satu demi satu dengan cara digali, dikembangkan sesuai dengan pertemuan berbasis riset yang ada di perguruan tinggi masing-masing,” kata dia,
Dalam kesempatan itu, dia juga menyarankan supaya tidak perlu melakukan penyeragaman dalam penanganan stunting oleh para perguruan tinggi. Sebab melalui keanekaragaman tersebut, riset-riset untuk penanganan teknokratik yang dilakukan oleh BKKBN akan lebih berkembang.
Muhadjir berharap melalui kerja sama antar kedua pihak tersebut, target percepatan penurunan stunting dapat tercapai karena pendekatan yang dilakukan akan lebih sistematis, terukur dan mampu menemukan banyak cara untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Mudah mudahan sesuai dengan target Bapak Presiden tahun 2024, angka stunting kita harus sudah di bawah 14 persen. Bisa terpenuhi berkat kerja sama yang kompak antara lain dengan perguruan tinggi,” ujar dia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dengan menunjuk BKKBN sebagai ketua pelaksana untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Dalam peraturan itu, pemerintah juga telah menetapkan bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia diharapkan dapat menjadi 14 persen pada tahun 2024. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Pimpinan DPR Siap Temui Massa Aksi Besok
-
Ketegangan Warnai Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Niat Bakar Sampah Picu Gesekan dengan Polisi
-
BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
-
Gibran Ajak Mahasiswa Tinjau Program MBG di Indonesia Timur
-
Gibran Rakabuming Gandeng Mahasiswa Pantau Langsung Tata Kelola MBG di Indonesia Timur
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut