- Puluhan mahasiswa UNISA Yogyakarta keracunan makanan ringan pada Senin (29/12/2025) saat kegiatan ECE di RS Jiwa Grhasia.
- Penyebab pasti keracunan masih diselidiki, sampel makanan (seperti risoles mayo) dikirim ke laboratorium dan butuh waktu minimal tujuh hari.
- RS Jiwa Grhasia memanggil penyedia katering eksternal, yang akan menanggung semua biaya perawatan non-BPJS korban.
Suara.com - Puluhan mahasiswa Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengalami keracunan makanan saat mengikuti kegiatan Early Clinical Exposure (ECE) di RS Jiwa Grhasia Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin (29/12/2025) lalu. Puluhan mahasiswa itu diduga keracunan usai menyantap makanan ringan dari kegiatan tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penelusuran epidemiologi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Penyebab terjadinya keracunan pangan patut diduga itu adalah panganan yang diberikan berupa snack dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa," kata Direktur RS Jiwa Grhasia DIY Akhmad Akhadi saat jumpa pers, Senin (5/1/2026).
Ia menyebutkan, terdapat beberapa jenis makanan ringan yang dikonsumsi peserta saat kegiatan berlangsung.
"Isi snack atau makanan ringan, risoles mayo, tahu sarang burung, banana cake," kata dia.
Pihaknya belum dapat memastikan makanan mana yang menjadi penyebab utama gangguan kesehatan tersebut.
"Mana yang patut diduga penyebab belum tahu, tapi secara kronologis dari ketiga snack itu yang paling rentan ditinjau dari aspek pengelolaan itu mayo, patut diduga," tuturnya.
Sampel makanan, muntahan, dan feses telah dikirim ke Balai Laboratorium Kesehatan Dan Kalibrasi Yogyakarta (BLKK) DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut. Proses pemeriksaan membutuhkan waktu minimal satu minggu.
Baca Juga: Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Bertambah, Total 345 Orang
"Pengecekan di Lab BLKK DIY minimal 7 hari," ucapnya.
Kronologi Kejadian
Adapun kegiatan ECE merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis pelayanan kesehatan hasil kerja sama RS Jiwa Grhasia dengan institusi pendidikan tinggi kesehatan.
Pada Senin, 29 Desember 2025, kegiatan ECE dilaksanakan sesuai agenda dan difasilitasi Instalasi Diklat RS Jiwa Grhasia. Sedangkan penyediaan konsumsi diambil dari jasa katering eksternal.
"Snack tersebut berasal dari perusahaan boga yang ada di Kabupaten Sleman," ucapnya.
Disampaikan Akhmad, snack tersebut diproduksi oleh perusahaan boga besar yang menjadi penyedia resmi.
Berita Terkait
-
Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Kembali Terjadi, BGN Janji Benahi Sistem Pengawasan
-
Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Bertambah, Total 345 Orang
-
Misteri Keracunan 1.315 Siswa Terpecahkan: BGN Temukan Kadar Nitrit Hampir 4 Kali Lipat Batas Aman
-
4 Virus dan Bakteri yang Bisa Picu Keracunan Makanan, Apa Saja?
-
Puluhan Siswa SDN 01 Gedong Pasar Rebo Keracunan MBG, Mi Goreng Pucat dan Bau Diduga Jadi Pemicu
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!