Suara.com - Selain berisiko merenggut nyawa, pengobatan penyakit kanker juga sangat menguras biaya. Oleh sebab itu program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari pemerintah diperlukan untuk meringankan beban pasien kanker.
Ketua Indonesian Health Economics Association (InaHEA) Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, DR.PH., mengatakan bahwa program JKN telah terbukti meningkatkan akses layanan kesehatan bagi ratusan juta orang dalam hampir delapan tahun terakhir.
"Sistem JKN dirancang untuk memastikan setiap orang yang terkena musibah sakit dapat memperolah pengobatan sampai sembuh tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi," katanya dalam webinar CISC, Kamis (28/10/2021).
Ia menekankan bahwa orang yang mengalami sakit ringan maupun berat seperti kanker, harus mendapat pengobatan sampai sembuh. Juga dipastikan penyakitnya terkendali, tidak menimbulkan komplikasi, ataupun terjadi gangguan fungsi tubuh perlu mendapat rehabilitasi.
"Itulah prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab,“ ucapnya.
Diakui Habullah bahwa pengobatan kanker memang beragam, dari relatif murah hingga paling mahal. Meski begitu, melalui program JKN, pasien kanker bisa dijamin mendapatkan semua jenis obat yang secara medis efektif dalam pengobatan.
Namun, menurutnya, hal tersebut belum cukup dipahami pemerintah pasien sendiri. Ia melihat, masih banyak penentu kebijakan yang keliru paham tentang penyakit kanker yang dianggap terminal alias mematikan dan pengobatannya sangat mahal. Serta berpendapat bahwa JKN seharusnya tidak menanggung biaya pengobatan kanker.
"Ini pendapat keliru. Meskipun biaya pengobatan kanker mencapai satu milyar rupiah, JKN harus bisa menjamin karena persentase orang yang sakit kanker relatif sedikit. Sehingga jika biaya digotong bersama tidaklah berat. Ini prinsip penting jaminan atau asuransi," katanya.
Kepada pasien, ia juga menekankan, harus memahami bahwa tidak semua obat yang diinginkan dqlam pengobatan dapat dijamin dalam JKN. Akan tetapi, program JKN menjamin obat yang dibutuhkan bukan yang diinginkan.
Baca Juga: Hits: Vitamin yang Tingkatkan Risiko Kanker Hingga Jangan Tes Covid-19 Malam Hari
"Tugas dokter adalah mencari pilihan obat dan prosedur pengobatan kanker yang paling efektif-biaya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak