Suara.com - Perusahaan vaksin AstraZeneca mengakui tingginya kebutuhan vaksin Covid-19 di dunia membuat mereka harus terus menggenjot produksi.
Untuk melakukannya, tim peneliti vaksin AstraZeneca dari Jenner Institute Universitas Oxford melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi ke berbagai negara di dunia untuk mengejar target produksi 3 miliar dosis vaksin AstraZeneca pada akhir 2021.
"Berkaitan dengan AstraZeneca, kita memiliki target distribusi produksi 3 miliar dosis di akhir 2021. Saat ini 1,7 miliar atau hampir 2 miliar dosis," kata salah satu penemu formula vaksin AstraZeneca Carina Citra Dewi Joe kepada Antara TV yang diikuti dari Jakarta.
Carina mengatakan proses produksi vaksin AstraZeneca saat ini dibantu oleh berbagai fasilitas produksi di lima benua, 15 negara dan 25 laboratorium.
Hingga saat ini, kata Carina, AstraZeneca telah menyuplai kebutuhan vaksin ke berbagai negara berkembang di dunia melalui fasilitas Covax.
"90 persen suplai dari Covax ke negara berkembang. Kita terus perbaiki proses manufaktur supaya target cepat tercapai," katanya.
Strategi lain menggenjot cakupan vaksinasi AstraZeneca kepada populasi dunia adalah membangun kesepakatan untuk membanderol vaksin dengan harga terjangkau.
Carina mengatakan Oxford memberikan pandangan kepada perusahaan AstraZeneca bahwa banyak negara berkembang memiliki kemampuan finansial yang kurang namun membutuhkan vaksin.
"Kalau mau kerja sama dengan AstraZeneca, mereka tidak boleh ambil keuntungan selama pandemi. Itu ketentuan dari Oxford sebelum kerja sama dengan AstraZeneca," katanya.
Baca Juga: Cara Memperbaiki Data Sertifikat Vaksin via Whatsapp PeduliLindungi
Peraih penghargaan Pride of Britain di bidang kesehatan itu berpandangan kehadiran vaksin lewat kerja keras peneliti harus menguntungkan banyak masyarakat serta menyelamatkan kehidupan.
"Harapannya negara berkembang beli vaksin ini dengan harga terjangkau supaya banyak nyawa yang terselamatkan," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Bukan Sekadar Ruam Merah: Ini Bahaya Fatal Campak yang Diabaikan Setelah Pandemi
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!