Suara.com - Peneliti menyebut penggunaan vaksin AstraZeneca intranasal yang disemprotkan lewat hidung memiliki manfaat lebih. Salah satunya, risiko efek samping yang lebih ringan.
Dijelaskan peneliti vaksin dari Jenner Institute Universitas Oxford, Carina Citra Dewi Joe, hasil pengujian vaksin COVID-19 intranasal AstraZeneca efek sampingnya lebih ringan ketimbang vaksin yang disuntikkan.
"Proyek lain tim kami adalah vaksin intranasal. Selain disuntikkan, kami juga uji klinik lewat jalur lain, disemprotkan ke hidung," kata Carina, ilmuwan asal Indonesia yang ikut mengembangkan formula vaksin AstraZeneca, mengutip ANTARA.
"Sampai sekarang vaksin intranasal baru mendekati uji klinis pertama. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberikan (izin) uji klinis kedua. Hasilnya bagus, efek samping lebih ringan dari yang disuntik," katanya.
Carina mengatakan bahwa masa uji klinik kedua dan ketiga penggunaan vaksin intranasal diharapkan bisa lebih singkat mengingat sudah banyak data mengenai penggunaan vaksin AstraZeneca dari penelitian laboratorium maupun pemanfaatan vaksin di berbagai negara.
"Kita ikut aturan Badan Kesehatan. Kita ikut uji klinis kedua. Saat ini mereka masih susun laporannya," katanya.
Menurut dia, AstraZeneca terus memperbaiki proses produksi vaksin supaya bisa memproduksi vaksin dalam jumlah yang jauh lebih banyak.
Ia mengatakan bahwa produksi vaksin AstraZeneca saat ini telah mendekati dua miliar dosis dan 90 persen negara berkembang di dunia telah menggunakannya.
"Saat ini hampir dua miliar dosis produksi vaksin AstraZeneca. Sebentar lagi mereka akan lakukan selebrasi karena memasok kebutuhan vaksin dunia," katanya.
Baca Juga: Peneliti Oxford: Kombinasi Platform Viral Vector dan mRNA Terbaik untuk Vaksin Booster
Menurut Carina, saat ini produksi vaksin AstraZeneca didukung oleh fasilitas produksi di 15 negara dan 25 laboratorium berkat transfer ilmu pengetahuan dan teknologi yang dilakukan oleh dari tim Universitas Oxford.
Berita Terkait
-
Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
Jadi Penyebab Utama Kematian, AstraZeneca dan Kemenkes RI Fokus Tangani Penyakit Tidak Menular
-
CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?
-
AstraZeneca Indonesia Gandeng Kimia Farma Trading & Distribution untuk Transformasi Layanan Kesehatan Primer
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi