Suara.com - Gatal-gatal karena ulat bulu bisa terjadi pada siapa saja. Sebab, ulat bulu merupakan serangga yang bisa ditemukan di jenis tanaman apapun.
Karena itu, mengetahui pertolongan pertama saat gatal-gatal karena ulat bulu sangat diperlukan. Meski tidak mengancam nyawa, gatal-gatal karena ulat bulu bisa mengganggu penampilan hingga aktivitas sehari-hari Anda.
Mengapa terkena ulat bulu bisa menyebabkan gatal-gatal? Mengutip laman Hello Sehat, gatal terjaid karena reaksi berlebihan sistem imun tubuh terhadap racun dari ulat bulu.
Pengaruh dari racun ulat bulu bisa menimbulkan bengkak, ruam yang perih, dan rasa gatal yang sering kali tidak tertahankan.
Akibatnya, Anda bisa terus menggaruk bagian kulit yang terdampak, tetapi rasa gatal ulat bulu justru semakin bertambah dan menyebar ke area kulit di sekitarnya.
Untuk menghilangkan gatal karena ulat bulu, lakukanlah cara pertolongan pertama seperti di bawah ini.
1. Singkirkan bulu dari kulit
Sesaat setelah mengetahui Anda terkena ulat bulu, segera lepaskan ulat bulu yang menempel di kulit.
Namun, jangan menggunakan tangan kosong untuk menyingkirkan serangga ini.
Baca Juga: Ribka Sugiarto Cedera Tersingkir dari Indonesia Masters, Ini Pertolongan Pertamanya
Gunakanlah benda-benda lain di sekitar Anda seperti kertas, ranting, sapu tangan, atau pinset, yang terpenting Anda tidak menyentuh ulat bulu secara langsung.
Di samping itu, berhati-hatilah mencabut ulat bulu agar bulunya tidak menyebar ke bagian kulit lainnya.
2. Bersihkan area kulit yang terkena ulat bulu
Cara selanjutnya yang perlu Anda lakukan untuk menghilangkan gatal karena ulat bulu adalah mencuci bagian kulit yang terdampak.
Bersihkan luka dengan sabun dan air mengalir dan usahakan juga untuk mencuci secara menyeluruh area di sekitar bagian yang terkena ulat bulu.
Jika terkena di bagian tangan, bersihkan dari lengan hingga telapak tangan agar kulit benar-benar bersih dari racun.
Berita Terkait
-
4 Langkah Pertolongan Pertama Jika Kena Air Keras, Antisipasi dari Kasus Andrie Yunus
-
10 Panduan Pertolongan Pertama dari Serangan Nuklir untuk Kamu Pahami
-
Pertolongan Pertama saat GERD Kambuh, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan
-
Mobil Kebanjiran? 5 Langkah "Pertolongan Pertama" yang Wajib Dilakukan sebelum Telepon Bengkel!
-
Motor Terjang Banjir? Jangan Panik! Ini 8 Pertolongan Pertama Wajib Sebelum Rusak Parah!
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?