Suara.com - Keamanan dan keselamatan anak tentu menjadi perhatian banyak orangtua ketika bepergian menggunakan mobil. Meski jaraknya dekat, risiko mengalami kecelakaan di jalan akan selalu ada.
Hal inilah yang disampaikan juga oleh dokter bedah ortopedi & traumatologi, Bagus Pramantha. Dalam webinar bersama Mothercare dan Poled, Dokter Bagus mengungkap bahwa kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak pada anak usia 4 sampai 14 tahun.
Padahal penggunaan car seat dapat menurunkan risiko kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada anak hingga 71 persen. Sayangnya di Indonesia, penggunaan car seat untuk anak belum menjadi hal wajib yang harus dipatuhi para pengendara.
Untuk itu, bagi orangtua yang ingin memberikan proteksi tambahan, penggunaan car seat akan sangan disarankan. Terlebih, penggunaan car seat bisa disesuaikan dengan usia anak.
"Rear Facing Car Seat (menghadap ke belakang) misalnya, bisa digunakan sejak anak lahir hingga 2 sampai 4 tahun. Pastikan pengaman terpasang dan posisi kepala anak tidak lebih tinggi dari car seat," jelas dia dalam webinar yang digelar secara virtual, pada Rabu (24/11/2021).
Setelah itu, adapula Forward Facing Car Seat, yang dapat digunakan hingga minimal anak berusia 5 tahun. Pastikan strap berada di atas ahu anak dan tidak memiliki celah dengan tubuh.
Serta Booster seat, yang bisa dipakai ketika penggunaan Facing Car Seat sudah tidak memungkinkan hingga dapat mengunakan seat belt pada umumnya.
Semua car seat, lanjut dia lebih aman digunakan pada baris kedua kursi mobil. Untuk baris pertama tidak disarankan karena terkait dengan kurangnya keamanan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orangtua dalam membuat anaknya menggunakan car seat. Hal itu adalah:
Baca Juga: Ayah Vanessa Angel Siap Ketemu Besannya di Sidang Hak Asuh Gala
- Sabuk atau harness dan chest clip (clip di bagian dada) pada car seat harus dipasang dengan benar untuk mencegah cedera leher dan kepala. Jika chest clip dipasang terlalu rendah, hal itu tetap bisa meningkatkan risiko cedera meski harness dipasangan sudah kencang.
- Untuk kursi khusus mobil berbentuk rear facing, sabuk harus berada pada atau di bawah bahu anak, sementara untuk forward facing, sabuk harus berada pada atau di atas bahu.
- Pastikan agar sabuk tak bisa dicubit dan tak menggunakan padding tambahan atau selimut di bawahnya.
- Sabuk jangan terlalu longgar atau berada di atas bahu anak. Sedangkan chest clip juga tidak boleh ada di bawah ketiak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia