Suara.com - Buang air besar alias BAB merupakan proses pembuangan kotoran dari dalam tubuh. Jika tubuh sehat dan bugar, BAB akan lancar dan tanpa masalah.
Namun sebaliknya, jika tubuh sedang sakit atau mengalami masalah kesehatan, gejala awalnya pasti muncul saat BAB.
Lalu, apa saja masalah kesehatan yang bisa terlihat dari kotoran BAB? Mengutip Smarterhealth.id, dr. Shankar Gunarasa dari Pantai Hospital Ayer Keroh Malaysia pun menjawab berbagai pertanyaan tentang BAB.
BAB Keras
BAB sulit keras biasanya menandakan adanya masalah dalam pola makan. Menurut dr. Shankar, BAB Keras berarti Anda kurang asupan serat.
"Feses yang keras disebabkan oleh pola makan yang kekurangan serat dan cairan. Makanya diet harus ditingkatkan untuk mengatasi masalah kotoran keras. Olahraga akan membantu," terangnya.
BAB Berlendir
Bagaimana dengan BAB berlendir? Menurut dr. Shankar, penyebab BAB berlendir biasanya dipengaruhi oleh makanan. Namun pada beberapa kasus, BAB berlendir juga bisa menjadi masalah serius seperti infeksi atau polip.
"Penyebabnya bisa karena makanan yang Anda makan. Juga bisa jadi beberapa infeksi di dalam usus besar Anda yang menyebabkan hal ini juga. Polip usus memiliki kecenderungan menyebabkan keluarnya lendir. Jadi Anda perlu menjalani kolonoskopi untuk mengidentifikasi penyebab ini di dalam usus besar Anda," terangnya.
Baca Juga: Jangan Terlalu Lama Duduk di Toilet Saat BAB, Ini Risikonya Bagi Kesehatan
BAB Perih
Perih yang terjadi saat buang air besar juga memiliki beberapa penyebab. Namun yang paling umum adalah fisura ani, yakni adanya luka atau robekan di anus.
"Kemungkinan besar Anda mengalami fisura ani karena mengeluh nyeri setelah buang air besar. Juga ada kemungkinan ambeien juga. Ini hanya bisa dikonfirmasi oleh dokter setelah memeriksa anus Anda," terangnya.
BAB Berdarah
Sama seperti BAB perih, BAB berdarah juga biasanya disebabkan oleh fisura ani. Namun penyebab paling umum BAB berdarah adalah ambeien/
"Ambein terjadi karena mengejan akibat sembelit. Jadi, Anda perlu memperbaiki pola makan Anda dengan serat dan cairan untuk menghindari sembelit. Anda perlu ke dokter dan menjalani kolonoskopi untuk memastikan penyebab lain yang mungkin menyebabkan Anda mengeluarkan darah dari usus besar," tambahnya.
Berita Terkait
-
Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara
-
Apa Dampak Houthi Blokir Selat Bab Al Mandab di Tengah Perang Iran?
-
Habis Selat Hormuz, Gerbang Laut Merah Selat Bab Al Mandab Bakal Diblokir Sekutu Iran
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem