- Iran mengancam menutup Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah jika AS dan Israel mengerahkan pasukan darat di wilayahnya.
- Iran menolak usulan gencatan senjata 15 poin dari Presiden Trump, meminta ganti rugi dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz.
- Ancaman blokade Laut Merah berpotensi menyebabkan krisis energi ganda global karena selat itu merupakan urat nadi perdagangan dunia.
Suara.com - Iran mengancam menutup Laut Merah bagi lalu lintas perdagangan internasional, bila Amerika Serikat dan Israel berani mengerahkan pasukan darat ke wilayahnya.
Dikutip dari The Hill, Kamis (26/3/2026), Iran menegaskan bisa secara mudah menutup Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah setelah berhasil menutup Selat Hormuz.
Selat Bab el-Mandeb, yang terletak di antara Yaman dan Jibuti, merupakan urat nadi perdagangan global yang berada sekitar 1.200 mil dari Selat Hormuz.
Selat ini sangat rentan terhadap serangan dari proksi Iran, terutama kelompok Houthi di Yaman yang didukung oleh Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Jika blokade ini benar-benar terjadi, dunia akan menghadapi krisis energi ganda yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pihak militer Iran menegaskan, mereka tidak akan membiarkan setiap pergerakan musuh tanpa balasan yang setimpal.
Seorang sumber militer mengatakan kepada Kantor Berita Tasnim milik Iran bahwa intelijen mereka sedang bekerja ekstra keras.
"Kami secara konstan memantau dan mengawasi persiapan serta perkembangan di front musuh," ujar sumber militer tersebut pada Rabu waktu setempat.
Pernyataan itu berlanjut dengan peringatan keras bagi AS dan sekutunya jika mereka mencoba melakukan operasi militer di wilayah kedaulatan Iran, atau mencoba menembus blokade di Teluk Persia dengan kekuatan angkatan laut.
Baca Juga: AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
"Jika musuh ingin mengambil tindakan di darat di pulau-pulau Iran atau di mana pun di tanah kami, atau untuk membebankan biaya pada Iran dengan pergerakan angkatan laut di Teluk Persia dan Laut Oman, kami akan membuka front lain bagi mereka sebagai kejutan sehingga tindakan mereka tidak hanya tidak bermanfaat bagi mereka tetapi juga akan melipatgandakan biaya yang harus mereka tanggung," tambah sumber tersebut.
Tawaran Damai Trump yang Bertepuk Sebelah Tangan
Di Washington, Presiden Donald Trump dilaporkan mulai melunakkan retorikanya dan menunjukkan kesediaan untuk meredakan konflik.
Trump telah mengusulkan rencana gencatan senjata 15 poin yang komprehensif. Proposal tersebut mencakup pembatasan rudal balistik dan kemampuan nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini mencekik Teheran.
Namun, tawaran "jalan tengah" dari Gedung Putih ini ditolak mentah-mentah oleh para pemimpin di Teheran.
Iran menilai proposal tersebut tidak adil dan menegaskan bahwa perang hanya akan berakhir sesuai dengan waktu dan syarat yang mereka tentukan sendiri.
Berita Terkait
-
AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
-
Abaikan Perintah Donald Trump, Presiden Meksiko Tetap Lakukan Hal Ini untuk Kuba
-
Isi Lengkap 15 Poin Damai Donald Trump kepada Iran, Teheran Balas Seperti ini
-
2 Nama Pejabat Iran Dihapus dari 'Daftar Bunuh' Selama 5 Hari, Apa Maunya AS-Israel?
-
Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
AS Tunggu Jawaban Iran untuk Damai, Netanyahu Uring-uringan ke Donald Trump
-
Koalisi Masyarakat Sipil Kritik Keras TNI: Bukan Revitalisasi, Ini Darurat Reformasi!
-
Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Siagakan 668 Pompa dan Percepat Pengerukan Waduk
-
Sepekan Jalan Kayu Mas Utara Ambles, Warga Pulogadung Waswas Menanti Perbaikan
-
Mahfud MD Sebut KPK Pintar dan Cerdik Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Usut Pelecehan Seksual Juri Tahfidz TV Syekh AM, Komisi III DPR Bakal Panggil Korban ke Parlemen
-
Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan
-
Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM
-
Misteri Mobil Dinas Pelat B Buat Mudik Terungkap, Pemprov DKI: Punya Instansi Lain!
-
Abaikan Perintah Donald Trump, Presiden Meksiko Tetap Lakukan Hal Ini untuk Kuba