Suara.com - Indonesia disebut akan memiliki bonus demografi pada tahun 2030 lantaran usia produktif mendominasi hingga 70 persen populasi. Usia produktif yang dimaksud berkisar usia 15-65 tahun.
Namun, dominasi usia produktif itu bisa jadi 'pisau bermata dua' jika kelompok muda tersebut tidak menjaga kesehatannya sejak sekarang. Salah satu yang penting diperhatikan terkait dengan pola makan gizi seimbang.
Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Woro Srihastuti menyampaikan bahwa dari 270 juta jumlah populasi Indonesia saat ini, sekutar 27,9 persen merupakan generasi Z yang berusia 23 tahun ke bawah.
Sementara 25,7 persen lainnya merupakan generasi milenial yang berusia sekutar 24-40 tahun.
"Kita harus memastikan mereka terpenuhi dari segala kebutuhan, termasuk kesehatan dan gizi. Kalau kita lihat bahwa jumlah penduduk usia muda yang besar sebetulnya bisa kita maknai sebagai pisau bermata dua. Kalau kita bisa membuat mereka menjadi kelompok yang berkualitas dan memiliki ketahanan akan menjadi potensi pembangunan," kata Woro dalam konferensi pers virtual kampanye #KerenDimakan dari United Nations World Food Programme (UN WFP), Selasa (7/12/2021).
Namun, di sisi lain, jika kebutuhan gizi kelompok muda itu tidak tercukupi berisiko alami penyakit tidak menular. Menanggapi kampanye #KerenDimakan, menurut Woro, program digital tersebut tepat untuk mengedukasi anak dan remaja agar mau ikut serta dalam tren pola makan buah dan sayur.
Woro menyampaikan bahwa anak dan remaja menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak dari pandemi Covid-19. Mereka kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar juga rentan terhadap gangguan kesehatan akibat kurang bergerak dan konsumsi makanan yang tidak sehat.
"Diperkirakan 12 juta anak alami gizi buruk dan 11 juta bayi tidak diimunisasi selama pandemi. Ini tentunya menjadi tantangan kita ke depan," ujarnya.
WFP Indonesia Country Director a.i., Jennifer Rosenzweig menambahkan, kampanye digital #KerenDimakan sekaligus menekankan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Badan Kurus dan Kurang Gizi, Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Bisa Terganggu
Menurut Jennifer, remaja Indonesia yang saat ini berjumlah 46 juta itu membutuhkan kombinasi zat gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Gizi seimbang itu sebenarnya mudah didapatkan dan banyak tersedia dari sayur dan buah lokal.
Melalui pendekatan kreatif digital, #KerenDimakan didesain menjadi kampanye yang interaktif dan menarik secara visual, merefleksikan pesan bahwa sayur dan buah menjadi pilihan yang keren untuk memberikan gizi yang dibutuhkan remaja.
"Bersama Pemerintah, WFP mengajak sebanyak mungkin pemangku kepentingan, baik dari sektor publik dan swasta, agar menjadi lebih kreatif dan inovatif, mendengar kebutuhan remaja dan mendukung kampanye digital #KerenDimakan!," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui