Suara.com - Libur Natal hari ini, Sabtu 25 Desember 2021, membuat sejumlah pusat perbelanjaan hingga tempat wisata ramai oleh pengunjung.
Di tengah pandemi Covid-18 yang masih terjadi, Kementerian Kesehatan meminta masyarakat dan semua pihak yang terlibat untuk disiplin menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
“Untuk perkembangan scan QR code PeduliLindungi, dapat kami sampaikan bahwa disiplin penggunaan PeduliLindungi harus terus ditingkatkan,” kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengutip ANTARA.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh pihaknya, sampai saat ini PeduliLindungi telah diimplementasikan di 56.306 outlet dengan 13.457.013 total pengguna tersebar di seluruh Indonesia.
Selama perjalanannya, aplikasi tersebut telah mencatat kehadiran setiap individu yang berkunjung ke suatu tempat publik. Dengan rincian sebanyak 59.750.772 juta orang diperbolehkan masuk dengan kriteria sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap.
Kemudian sebanyak 4.574.255 juta orang juga sudah diverifikasi oleh petugas, dengan kriteria baru mendapatkan vaksin dosis pertama.
Walaupun banyak orang sudah terverifikasi memenuhi syarat dengan vaksinasi, namun tercatat pula sebanyak 231.568 ribu orang tidak diperbolehkan masuk akibat tak memenuhi syarat dan 6.212 ribu orang dinyatakan positif COVID-19 dan telah melakukan kontak erat.
Dengan banyaknya jumlah orang yang dinyatakan positif tetap berkeliaran di tempat publik, Nadia mengimbau kepada semua pihak untuk memastikan menggunakan aplikasi tersebut untuk mempermudah pelacakan kontak erat pada saat pergi ke suatu tempat.
Demikian dengan pengelola tempat publik. Dia mengimbau pengelola untuk melakukan pengawasan yang ketat selama jam operasional berlangsung dengan menerapkan Aplikasi PeduliLindungi, mencegah terjadinya kerumunan maupun pelanggaran protokol kesehatan yang berpotensi membuka peluang penularan virus SARS-CoV-2 lebih meluas.
Baca Juga: Masyarakat Diminta Lebih Disiplin Gunakan Aplikasi PeduliLindungi
“Jalankan protokol kesehatan. Hidup disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan serta tetap produktif bersama tentunya. Indonesia sehat Indonesia tangguh,” kata dia.
Berita Terkait
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Kasus Campak Muncul di 14 Provinsi, Kemenkes Keluarkan Edaran Khusus untuk Tenaga Kesehatan
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS