Suara.com - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi meminta kepada semua pihak untuk lebih disiplin dalam penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di setiap tempat publik yang dikunjungi.
“Untuk perkembangan scan QR code PeduliLindungi, dapat kami sampaikan bahwa disiplin penggunaan PeduliLindungi harus terus ditingkatkan,” kata Nadia dalam Siaran Pers PPKM yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (24/12/2021).
Berdasarkan data yang dimiliki oleh pihaknya, sampai saat ini PeduliLindungi telah diimplementasikan di 56.306 outlet dengan 13.457.013 total pengguna tersebar di seluruh Indonesia.
Selama perjalanannya, aplikasi tersebut telah mencatat kehadiran setiap individu yang berkunjung ke suatu tempat publik. Dengan rincian sebanyak 59.750.772 juta orang diperbolehkan masuk dengan kriteria sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap.
Kemudian sebanyak 4.574.255 juta orang juga sudah diverifikasi oleh petugas, dengan kriteria baru mendapatkan vaksin dosis pertama.
Walaupun banyak orang sudah terverifikasi memenuhi syarat dengan vaksinasi, namun tercatat pula sebanyak 231.568 ribu orang tidak diperbolehkan masuk akibat tak memenuhi syarat dan 6.212 ribu orang dinyatakan positif COVID-19 dan telah melakukan kontak erat.
Dengan banyaknya jumlah orang yang dinyatakan positif tetap berkeliaran di tempat publik, Nadia mengimbau kepada semua pihak untuk memastikan menggunakan aplikasi tersebut untuk mempermudah pelacakan kontak erat pada saat pergi ke suatu tempat.
Demikian dengan pengelola tempat publik. Dia mengimbau pengelola untuk melakukan pengawasan yang ketat selama jam operasional berlangsung dengan menerapkan Aplikasi PeduliLindungi, mencegah terjadinya kerumunan maupun pelanggaran protokol kesehatan yang berpotensi membuka peluang penularan virus SARS-CoV-2 lebih meluas.
“Jalankan protokol kesehatan. Hidup disiplin untuk mematuhi protokol kesehatan serta tetap produktif bersama tentunya. Indonesia sehat Indonesia tangguh,” kata dia. [Antara]
Baca Juga: Perhatian! Masuk dan Keluar Kabupaten Asahan Wajib Scan Barcode PeduliLindungi
Berita Terkait
-
Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?
-
Warga Uganda Dilarang Saling Jabat Tangan, Alasannya Bikin Ngeri
-
Waspada Malaria Knowlesi! Penyakit 'Kiriman' Monyet yang Mulai Mengintai Manusia
-
Pemerintah Pastikan Tak Ada Penolakan Industri Terkait Kebijakan Label Nutri Level AD
-
Wamenkes Akui Dapat Laporan Dugaan Malpraktik Angkat Rahim di RS Muhammadiyah Medan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Minyak Kemiri Murni vs Minyak Kemiri Bakar, Mana yang Lebih Baik untuk Rambut?
-
Duh! 1 Lowongan Kerja Kini Diperebutkan 16 Orang, Persaingan Makin Brutal
-
From Cat Stevens to Yusuf Islam: Saat Ketenaran Tak Lagi Cukup Mengisi Jiwa
-
Link Nonton Gerhana Matahari Total dan Hujan Meteor Perseid Agustus 2026
-
Dewa 19 Janjikan Setlist Berbeda di Panggung HUT ke-3 Garuda TV, Lagu 'Langka' Siap Dibawakan
-
Timnas Indonesia Dibantai, Nguyen Xuan Son Singgung Gelar Juara Piala AFF 2026
-
Laba SSIA Berbalik Positif Rp262,6 Miliar, Bisnis Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan
-
Viral Pasien BPJS Harus Menunggu 8 Jam di IGD, IDI: RS Tidak Bisa Mendeteksi Emergensi?
-
Singgung Era SBY-Jokowi, Purbaya: Mesin Ekonomi Kita Pincang 20 Tahun Terakhir
-
2 Raksasa Maskapai Penerbangan Mulai Goyang karena Perang AS-Iran dan BBM Naik