Suara.com - Bagi penderita infeksi saluran kencing, sejumlah makanan dan minuman umum dapat mengiritasi saluran kencing yang membuat infeksi semakin memburuk. Lantas, apa saja makanan yang dilarang penderita infeksi saluran kencing? Simak penjelasannya berikut ini.
Menurut National Kidney Foundation, satu dari lima wanita akan memiliki setidaknya satu infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi saluran kencing dalam hidupnya.
Infeksi saluran kencing terjadi ketika bakteri mengiritasi saluran kemih, yang sering menyebabkan buang air kecil yang menyakitkan dan bahkan sakit perut bagian bawah atau kram.
Jika Anda tidak ingin memperburuk gejala infeksi saluran kencing, simak berikut ini beberapa makanan yang dilarang penderita infeksi saluran kencing yang dilansir dari situs Everyday Health, Selasa (4/1/2021).
1. Buah-buahan Asam
Buah merupakan sumber serat yang baik untuk diet sehat, tetapi buah-buahan yang mengandung banyak asam juga dapat mengiritasi saluran kencing dan an memperburuk gejala. Jadi cobalah untuk menghindari lemon, jeruk, grapefruits, dan tomat ketika Anda sedang mengobati infeksi saluran kencing.
Buah-buahan lain yang dapat menyebabkan iritasi kandung kemih dan memperburuk infeksi saluran kemih termasuk apel, persik, anggur, plum, stroberi, dan nanas. Anda juga harus menghindari jus yang terbuat dari buah-buahan ini.
2. Makanan Pedas
Anda harus melewatkan makanan panas dan bumbu pedas jika Anda sedang menderita ISK atau infeksi saluran kencing. Makanan pedas diketahui dapat mengiritasi saluran kencing dan memperburuk gejalanya. Jadi dinginkan makanan Anda dan pilih pilihan yang lebih lembut serta hindari makanan pedas.
Baca Juga: 6 Minuman dan Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Mencegah Keguguran
3. Pemanis Buatan
Saat Anda mencoba mengurangi kalori, pemanis buatan mungkin tampak seperti pengganti gula yang sehat. Tetapi jika Anda mengalami infeksi saluran kencing, kemungkinan gejala infeksi saluran kencing Anda akan bertambah parah jika Anda menggunakan pemanis buatan.
4. Soda dan Kopi
Soda dan kopi juga bisa membuat infeksi saluran kencing bertambah parahn. Jadi, ketika Anda sedang berjuang untuk mengatasi infeksi saluran kencing, tetaplah minum air putih atau jus cranberry sebagai minuman pilihan Anda.
Demikian informasi mengenai makanan yang dilarang penderita infeksi saluran kencing. Semoga informasi ini bermanfaat. Yuk semangat hidup sehat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak