Suara.com - Semua orangtua mendambakan anak memiliki kepribadian yang baik seperti bersikap sopan santun dan hormat kepada sesama. Namun hal yang perlu diketahui, kepribadian tersebut tidak bisa didapatkan dengan instan.
Perlu peran aktif orangtua dalam proses perkembangan kepribadian anak. Oleh karena itu, membangun kepribadian anak menjadi bagian tanggung jawab orangtua.
Dilansir dari Times of India, berikut beberapa tips yang perlu diketahui dalam membangun kepribadian anak:
1. Menjadi Pendengar yang Baik
Anakmu pasti ingin menceritakan segalanya denganmu. Kita semua tahu bahwa ide anak sangatlah berbeda dengan orang dewasa. Saat anak membicarakan tentang hal yang tidak penting, mereka akan berharap untuk didengarkan karena menurut mereka hal tersebut penting.
Sebaiknya buatlah mereka merasa didengarkan dan dimengerti dalam tahap formatifnya. Mereka akan merasa percaya diri dan aman denganmu. Mereka akan tumbuh menjadi seseorang yang percaya diri dan akan mendengarkan orang lain dengan baik.
2. Tidak Membandingkan Anak
Setiap anak unik dan berbeda-beda. Mereka akan andal dalam satu atau dua hal, tetapi bukan semua hal. Oleh karena itu, akan selalu ada ruang untuk mereka.
Saat orangtua membandingkan anak dengan anak lain, itu dapat merendahkan harga diri dan kepercayaan diri anak. Daripada membandingkan mereka, lebih baik mendorong dan menghargai mereka.
3. Batasi Barang Elektronik
Terlalu banyak bermain elektronik dapat menghambat perkembangan sosial dan intelektual anak serta kecanduan. Hal tersebut akan membuat anakmu kehilangan waktu untuk beristirahat dengan orang lain.
Orangtua harus memastikan bahwa anak mereka menghabiskan waktu lebih banyak dengan mengobrol, bukannya bermain ponsel atau barang elektronik lainnya.
Baca Juga: Bocah SD di Jember Tewas dengan Tubuh Memar, Sempat Dipukuli Ibunya Pakai Sapu
4. Mendorong Kemandirian
Anak-anak adalah makhluk kecil dan rapuh. Mereka memiliki banyak kegiatan yang baru pertama kali dilakukan. Contohnya, berjalan, berbicara, makan, merangkak dan membaca.
Kamu perlu berhati-hati dengan menyesuaikan batas waktunya. Jika kamu memberikan bantuan berlebihan padanya, itu akan membuat mereka bergantungan kepadamu.
Biarkanlah ia menjadi mandiri dan membiarkannya melakukan sesuatu. Hal ini akan menjadi cara yang baik untuk mengembangkan kepribadian yang mandiri.
5. Mengizinkan Waktu Bebas untuk Bermain
Generasi ini memiliki perkembangan teknologi yang pesat. Mereka akan ketergantungan yang berlebihan pada dunia virtual. Oleh karena itu, ada baiknya untuk memberikan permainan yang bebas dan mengizinkan anak-anak.
Semangat tim, berbagi, peduli dan ketahanan akan ditanamkan dengan bermain secara bebas dan interaksi bersama anak lainnya. Ingat, bermain bebas juga penting untuk fisik dan perkembangan mental anak.
Itulah lima tips membangun kepribadian anakmu. Yuk terapkan di rumah! (Maria Mery Cristin Nainggolan)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia