Suara.com - Merawat luka di tubuh membutuhkan ketelitian super ekstra. Luka sendiri merupakan terputusnya kontinuitas jaringan akibat trauma yang dapat berlansung akut.
Luka bisa terjadi karena berbagai alasan seperti kecelakaan lalulintas, luka bakar, maupun kronik atau berlangsung perlahan-lahan seperti luka dekubitus atau luka diabetes.
Dikutip Suara.com dari siaran pers Klinik The IndRa, Jumat (7/1/2022), pada prinsipnya, penyembuhan luka terdiri dari tiga fase yaitu fase inflamasi, proliferasi dan fase maturasi.
Untuk mempersingkat waktu penyembuhan luka, umumnya luka harus dibersihkan dari jaringan yang tidak sehat, baik dengan pemberian bahan penutup luka (dressing) maupun tindakan operasi.
Namun satu hal yang penting, penyembuhan luka tidak semata hanya pada luka tetapi juga ada faktor intrinsik dan ekstrinsik yang berperan pada penyembuhan luka.
Misal kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol yang terbukti dapat mengganggu penyembuhan luka. Demikian pula obesitas dan adanya penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi dapat memperpanjang fase penyembuhan luka.
Dikatakan oleh Penanggung Jawab Klinik The IndRa, DR Dr Ni Made Swantari, pihaknya memiliki layanan unggulan perawatan luka kronik atau luka yang sulit sembuh.
Belum lama ini, klinik tersebut mengadakan bakti sosial bertajuk The IndRa Peduli dengan memberikan perawatan luka dan pengobatan umum bagi Warga Binaan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Kelurahan Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.
"Kami mendapat banyak pengetahuan mengenai luka, bagaimana cara membersihkan luka yang kotor" ucap Aliet Wicaksono, salah satu tim perawat yang bertugas di Panti.
Baca Juga: Tahun 1922 sampai 2022: dari Insulin untuk Obat Diabetes hingga Mumi Firaun
Dari 80 dari 500 warga binaan ODGJ yang mengikuti kegiatan, masalah kesehatan utama yang ditemukan adalah hipertensi dan penyakit kulit. Selain itu terdapat juga warga dengan luka yang cukup dalam dan sering kambuh saat sudah sembuh.
Beberapa warga yang memiliki masalah kesehatan kronik juga tidak luput mendapat perhatian dalam kegiatan ini berkat skrining yang sangat baik dari tim perawat Panti.
Selama ini mereka kesulitan mendapatkan pengobatan karena masih menjalani proses pendaftaran kependudukan sehingga nantinya bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang didukung BPJS.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga memberikan edukasi kesehatan melalui pemutaran video yang diakhiri permainan edukatif cerdas tangkas.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?