Suara.com - Program diet bisa menjadi salah satu cara ampuh untuk menurunkan berat badan. Meski demikian, terkadang ibu hamil juga ingin melakukan hal yang serupa. Apalagi saat melihat berat badannya bertambah. Tapi, apakah boleh ibu hamil melakukan diet?
“Kalau untuk ibu hamil di trimester pertama itu tidak boleh. Kenapa? Karena yang terjadi itu adalah pembentukan organ di tubuh janin,” ungkap Dokter Umum dr. Asri Salima Ridwan, dalam acara webinar New Year, New Look! Sehat & Cantik Luar Dalam, Jumat (14/1/2022).
“Jadi jangan sampai kita kekurangan asupan makanan dan kalori untuk membantu pertumbuhan janin. Maka dari itu, tidak boleh dilakukan di trimester pertama,” kata dr. Asri lebih lanjut.
Selain pada trimester pertama, ia juga menyarankan untuk tidak boleh melakukan diet pada trimester kedua. Baru pada kehamilan di fase trimester ketiga sudah boleh mengurangi jumlah makanan.
“Jadi yang pasti, trimester pertama dan kedua juga harus dihindari. Kalau trimester tiga, sebaiknya kalau diet asupan kalori jangan dikurangi. Jadi baiknya diperbanyak aktivitas fisik, seperti yoga, gym, dan sebagainya,” saran dr. Asri.
“Rata-rata kesalahan orang Indonesia banyak sekali. Kebanyakan pasien ibu hamil dan saking takut anaknya kenapa-napa, malah tidak melakukan aktivitas fisik. Padahal itu bisa membahayakan bagi anaknya. Jadi disarankan tetap lakukan aktivitas fisik, tapi dalam batas yang normal,” lanjutnya.
Untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang, dr. Asri menyarankan perlu lakukan olahraga seperti jogging atau gerakan kecil lainnya.
“Untuk asupan kalori wanita hamil, perlu jaga di 25kg kalori per kilogram berat badan per hari. Tapi kalau ibu menyusui, karena enam bulan pertama adalah ASI eksklusif, itu penting untuk perkembangan otak si bayi. Dan kalau kita kurangi asupan nutrisinya, itu malah berbahaya. Jadi jangan diet dulu,” ungkapnya.
“Kalau setelah enam bulan, baru boleh diet. Tapi penurunan berat badan maksimal 1 kilogram per minggu, jadi jangan langsung drastis turunnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Viral Curhatan Perempuan Hamil Minta Uang untuk Susu dan USG, Berujung Dicueki Suami
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus