Suara.com - Pakar kesehatan asal Amerika Serikat, dokter Faheem Younus, MD, kembali memberikan pernyataan tentang Covid-19 yang memancing reaksi netizen.
Dalam cuitan terbarunya, ia mencoba meluruskan kesalah pahaman banyak orang yang menyebut varian Omicron tidak berbahaya dan memiliki 'gejala ringan'. Apa yang salah?
Rupanya menurut Faheem Younus, kesalah pahaman datang dari penggunaan frasa gejala lebih ringan yang banyak digunakan oleh pejabat kesehatan.
"Varian Omicron bukannya memiliki gejala ringan (atau tidak berbahaya). Varian Omicron lebih ringan dibandingkan dengan varian Delta. Pahami perbedaannya," tutur Faheem Younus di akun Twitter.
Dalam cuitan ini, ia menekankan bahwa jangan menyepelekan varian Omicron yang saat ini sudah terdeteksi di lebih dair 150 negara di dunia, dan menurunkan protokol kesehatan hanya karena gejalanya yang lebih ringan daripada varian Delta.
Sebab meski gejalanya lebih ringan, masih ada risiko sakit parah hingga kematian yang menghantui masyarakat akibat infeksi Covid-19, terutama pada kelompok rentan dan yang belum mendapatkan vaksinasi.
Sejumlah penelitian dari Afrika Selatan hingga Inggris menemukan bahwa risiko mengalami rawat inap karena varian Omicron memang lebih rendah daripada varian Delta.
Namun di sisi lain, varian Omicron juga lebih mudah menular dan menyebabkan lebih banyak lagi masyarakat yang terinfeksi Covid-19, meskipun sudah melakukan vaksinasi.
Di Indonesia saja, ada 609 kasus varian Omicron yang terdeteksi oleh Kementerian Kesehatan yang berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Sementara sebanyak 174 kasus transmisi lokal Omicron dan 57 kasus penularan Omicron lain yang masih diteliti sumber penularannya.
Baca Juga: Orang Terinfeksi Varian Omicron di Indonesia Bertambah Jadi 840 Kasus
Sementara itu mengutip situs Worldometers.info, per Selasa (18/1) pukul 07.00 WIB kasus baru tercatat mencapai 1,9 juta dalam 24 jam terakhir.
Lima negara melaporkan kasus baru Covid-19 mencapai ratusan ribu. Di antaranya, Amerika Serikat 327.120 kasus, India 222.579 kasus, Spanyol 110.489 kasus, Argentina 102.458 kasus, dan Perancis 102.144 kasus.
Dalam 24 jam terakhir juga 4.845 orang di dunia meninggal akibat Covid-19.
Akumulasi data Covid-19 global saat ini telah mencapai 331,07 juta kasus dengan kematian lebih dari 5,56 juta jiwa.
Berita Terkait
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Alert! Kasus Covid-19 Indonesia Naik Lagi, Vaksin Masih Gratis?
-
7 Gejala Omicron Kraken, Paling Cepat Menular Dibanding Varian Lain
-
6 Gejala Omicron BF.7 yang Banyak Dikeluhkan, Varian Sudah Masuk Indonesia!
-
Covid-19 Subvarian Omicron BN.1 Masuk Jakarta, 24 Orang Sudah Terpapar
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?