Suara.com - Selama pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan sistem check ini PeduliLindungi saat masuk ke tempat-tempat umum. Di depan gedung umumnya akan ada QR code yang bisa dipindai oleh pengunjung.
Tapi, tidak sedikit juga tempat-tempat yang tidak ada fasilitas untuk memindai PeduliLindungi. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak masuk ke tempat-tempat umum yang tidak ada fasilitas PeduliLindungi.
"Itu nanti Menkes akan mengumumkan mal atau toko atau restoran yang tidak manfaatkan PeduliLindungi. Dan itu, jangan masuk ke situ karena itu akan ada risiko penularan," katanya dikutip dari ANTARA.
Menurut Luhut, penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga menjadi alasan mengapa kasus omicron di Indonesia relatif tidak naik tinggi.
Serupa dengan PeduliLindungi, penggunaan Covid Passes yang diterapkan di Prancis, juga telah mampu mendorong tingkat vaksinasi di negara tersebut.
"Jika dibandingkan, tingkat kematian dan perawatan harian di Prancis lebih rendah dengan adanya Covid Passes dibandingkan dengan jika tidak ada. Untuk itu, pemerintah akan terus menggunakan, memasifkan dan mengetatkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, khususnya dalam menghadapi varian omicron ini," katanya.
Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu juga mengatakan pemerintah selalu berupaya mengambil langkah yang tepat dan terukur.
Pemerintah juga menggunakan data untuk menganalisa dan memprediksi kemungkinan hal yang akan terjadi di depan.
Luhut mengemukakan data dari berbagai negara hari ini, semakin menunjukkan bahwa varian omicron memberikan risiko perawatan dan juga tingkat kematian yang cukup rendah.
Baca Juga: Pelajar di Inggris Ini Terinfeksi Covid-19 Empat Kali, Bagaimana Kondisinya Kini?
Namun, kecepatan varian tersebut dalam menginfeksi yang menyebabkan jumlah kasus harian meningkat tajam dan berpotensi untuk meningkatkan jumlah perawatan di rumah sakit dalam waktu dekat sehingga mengancam sistem fasilitas perawatan rumah sakit.
"Kuncinya di sini adalah disiplin kita. Tanpa disiplin, kita akan menjadi korban dari ketidakdisiplinan kita," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?