Suara.com - Update Covid-19 global menunjukkan kasus positif di dunia bertambah 2,27 juta dalam 24 jam terakhir. Sementara kematian akibat virus corona itu bertambah 10.387 jiwa di waktu yang sama.
Kasus positif harian didominasi Jerman yang melaporkan 229.989 kasus. Angka kematian harian paling banyak terjadi di Amerika Serikat dan Brasil yang sama-sama melaporkan lebih dari seribu jiwa.
Tercatat pada situs worldometers, data Covid-19 per Sabtu (12/2) pukul 07.15 WIB telah mencapai 408,6 juta kasus dengan kematian lebih dari 5,81 juta jiwa.
Aturan Pakai Masker Mulai Dicabut
Aturan wajib memakai masker akan kembali dicabut di Prancis dan Italia yang merasa lonjakan kasus positif sudah melandai.
Prancis tidak akan lagi mewajibkan warganya memakai masker di dalam ruangan mulai 28 Februari, kata kementerian kesehatan sempat. Keputusan itu dilakukan karena dinilai telah terjadi perbaikan dalam situasi kesehatan.
Aturan berlaku untuk ruang publik seperti bar dan restoran, kegiatan olahraga, juga tempat rekreasi yang mewajibkan akses bukti vaksinasi saat masuk.
Namun, orang-orang di Prancis masih harus terus mengenakan masker di transportasi umum.
"Dalam konteks di mana tekanan dari epidemi turun dengan kuat, izin vaksin memungkinkan kami untuk menghapus persyaratan mengenakan masker seperti yang telah kami lakukan pada gelombang sebelumnya," kata Menteri Kesehatan Olivier Veran kepada AFP.
Baca Juga: Update Covid-19 Indonesia: Kasus Positif Tambah 40.618 Orang, 74 Jiwa Meninggal Dunia
Sementara itu, Italia baru mengizinkan warganya melepaskan masker di luar ruangan. Masker masih diperlukan di area sibuk juga di semua tempat umum dalam ruangan.
Italia berulang kali mengubah aturan pakai masker di luar ruangan selama pandemi. Kewajiban memakai masker di mana pun berlaku pada Desember 2021 akibat lonjakan kasus yang dikaitkan dengan varian Omicron.
Sementara persyaratan untuk pakai masker di dalam ruangan akan berakhir pada 31 Maret 2022.
Klub malam akan dibuka kembali, setelah ditutup sejak Desember 2021. Para pengunjung harus tetap menunjukkan bukti vaksinasi Covid-19.
Prancis dan Italia sama-sama mendominasi kasus Covid-19 di Eropa. Prancis bahkan diperingkat pertama di Eropa dengan jumlah kasus positif sejak awal pandemi telah mencapai 21,5 juta kasus dengan kematian 134.536 jiwa.
Sementara Italia diposisi lima di Eropa dengan jumlah kasus 11,99 juta dan angka kematian 150.555 jiwa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak