Suara.com - Sebuah laporan khusus yang baru terbit menunjukkan ada dua pasien long Covid-19 yang gejalanya menjadi ringan setelah minum antihistamin setiap hari.
Meski buktinya bersifat anekdot, penulis penelitian berharap cerita yang mereka rinci ini dapat memberi pasien long Covid-19 haraoan dan mengarahkan untuk penelitian tentang pengobatan di masa depan, lapor Science Alert.
Kisah penggunaan antihistamin pertama
Kasus pertama melibatkan seorang petugas kesehatan berusia 40 tahunan. Pasien kemungkinan terinfeksi pada Januari 2020.
Tiga hari setelah jatuh sakit, pasien mengalami gejala sakit kepala dan kelelahan parah.
Beberapa hari kemudian, dia mengalami ruam dan mulai mengalami nyeri dada, demam, dan keringat malam. Infeksi terparah berlangsung selama 24 hari, dan gejalanya masih ada hingga beberapa bulan pada kemudian.
Baru setelah pasien mengonsumsi antihistamin pada Juni 2020 karena mengalami efek alergi keju, dia tetiba merasa lebih baik.
Dia pun mulai meminum 50 miligram diphenhydramine, obat antihistamin umum yang biasanya dijual bebas biasnaya dengan merek Benadryl, setiap hari.
Tetapi kemudian ia melaporkannya ke dokter, yang menggantinya dengan obat resep 50 hydroxyzine. Obat itu diminum sang pasien lebih dari 9 bulan dan gejala kelelahan, kabut otak, serta nyeri dada, hampir hilang.
Baca Juga: Covid-19 di Kaltim Makin Mengkhawatirkan, Kluster Sekolah Muncul di Bontang: PTM Terbatas Dihentikan
Penggunaan antihistamin kedua untuk long Covid-19
Pasien kedua yakni seorang guru paruh baya. Sebulan setelah tertular virus corona dia mengalami nyeri sendi, insomnia, detak jantung yang cepat, dan sulit berkonsentrasi.
Gejala tersebut bertahan hingga setahun kemudian.
Suatu hari, pasien mengganti obat antihistamin dari fexofenadine menjadi 25 mg diphenhydramine. Keesokan paginya, gejala kabut otak dan kelelahannya membaik. Jadi, ia lanjut meminum obat yang dijual bebas tersebut.
Pasien sekarang mengkonsumsi 25 mg diphenhydramine di malam hari dan 180 mg fexofenadine di pagi hari, dan mengaku merasa 95% lebih baik.
Menurut peneliti, cara pasien dalam mengobati long Covid-19 menjanjikan. Terlebih antihistamin tersebut umumnya aman diminum setiap hari selama tidak menganggu obat lain.
"Jika pasien ingin mencoba antihistamin yang dijual bebas, saya mendorong mereka untuk melakukannya di bawah pengawasan medis," jelas peneliti Melissa Pinto dari University of California.
Pinto juga mendorong ilmuwan lain untuk melakukan penelitian terkait antihistamin yang dijual bebas terhadap long Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?