Suara.com - Sekitar 40-50 perse bayi lahir memiliki benjolan kecil putih di wajah mereka, terutama di bagian bawah mata. Benjolan putih yang menyerupai jerawat ini disebut sebagai milia.
Tak hanya bayi, beberapa orang dewasa juga bisa memiliki benjolan putih kecil ini di bawah matanya. Milia ini dipenuhi dengan keratin yang terperangkap tepat di bawah kulit Anda..
Umumnya, benjolan putih kecil ini muncul di kelopak mata, pipi dan dahi. Sayangnya, banyak orang yang percaya bahwa milia ini merupakan jerawat meskipun keduanya sangat jauh berbeda.
Meskipun tidak ada yang benar-benar tahu apa yang menyebabkan milia, tetapi ada beberapa faktor pemicunya, seperti kulit yang rusak.
Efek iritasi, paparan sinar matahari, luka bakar, atau produk perawatan kulit yang berat dapat menyebabkan milia.
Penyebab lain dari milia adalah penumpukan kulit mati yang terperangkap di pori-pori. Tapi, milia ini juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.
Anda tidak perlu melakukan apa pun untuk mengatasi benjolan tersebut, karena sama sekali tidak berbahaya. Tapi, Anda bisa konsultasi dengan dokter kulit jika sudah mulai mengkhawatirkannya.
Sebenarnya dilansir dari Bright Side, tindakan pencegahan pun belum tentu efektif mencegah milia. Tapi, Anda bisa melakukan beberapa langkah ini.
1. Melembabkan dan melindungi kulit
Baca Juga: Temuan Baru: Virus Corona Bisa Bertahan di Udara Selama 30 Menit dan Menyebar Sejauh 60 Meter
Pakai tabir surya dan pelembab yang baik adalah ide yang bagus untuk merawat kulit. Produk-produk ini akan membantu kulit tetap terlindungi, lembut, dan fleksibel. Asalkan, jangan lupa untuk mengoleskan tabir surya, termasuk di musim dingin.
2. Eksfoliasi
Eksfoliasi adalah tahapan perawatan kulit yang sama pentingnya dengan memakai pelembab. Anda bisa memakai scrub yang lebih agar tidak merusak kulit dan menyebabkan lebih banyak benjolan. Hapus sel-sel mati dengan hati-hati di rumah atau pergi perawatan kulit wajah.
3. Pakai retinol
Retinol salah satu produk wajah yang bisa membantu mengatasi milia. Krim retinol bisa membantu mencegah penumpukan sel kulit mati. Tapi, Anda harus berhati-hati karena beberapa produk retino bisa membuat kulit menjadi kasar.
4. Asam salisilat
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
-
H-135 Kick Off Piala Dunia 2026, Dua Negara Ini Harus Tempuh Perjalanan 15.000 KM
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Paling Murah, Cocok buat Gaming dan Multitasking
-
Kenaikan Harga Emas yang Bikin Cemas
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?