Suara.com - Ahli Patologi Universitas Sebelas Maret dr. Tonang Dwi Ardyanto, Sp.PD., PhD., mengatakan bahwa tes swab antigen mandiri berisiko memunculkan hasil negatif palsu. Hal itu bisa terjadi apabila pengambilan sampel tidak dilakukan dengan benar.
Ia menjelaskan bahwa swab antigen yang sesuai standar harua dilakukan pada hidung paling belakang, disebut juga nasofaring, atau di bagian tengah atau nasal.
"Kalau kita swab mandiri, agak sulit untuk mendapatkan nasofaring, karena tidak nyaman kalau diambil. Jadi kalau dilakukan swab mandiri, rentan tidak akurat. Kecuali kalau misalnya tenaga kesehatan kan sudah tahu," kata dokter Tonang, saat dihubungi Suara.com, Selasa (22/2/2022).
Oleh sebab itu, apabila hasil swab antigen mandiri negatif, padahal memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19 dan mengalami gejala, sebaiknya dikonfirmasi ulang dengan tes swab di fasilitas kesehatan.
Tetapi, apabila swab mandiri hanya untuk mengetahui kondisi rutin dan sadar tidak memiliki kontak erat dengan siapa pun, serta tidak mengalami gejala mirip Covid-19, menurut dokter Tonang, tak masalah untuk dilakukan.
"Kalau dengan swab mandiri dinyatakan positif, itu sudah cukup pasti kalau dia memang ada virusnya. Tapi kalau hasilnya negatif, perlu hati-hati. Kalau sudah jelas ada kontak erat, ada gejala, tapi hasil swab mandiri negatif, bisa jadi pengambilan sampelnya kurang tepat. Sebaiknya swab konfirmasi ke rumah sakit," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Kemenkes akan segera mengatur terkait penggunaan alat tes Covid-19 yang bisa digunakan secara mandiri di rumah.
Menkes Budi tidak ingin alat yang digunakan oleh masyarakat tidak sesuai dengan standar dan tidak layak untuk digunakan.
"Sekarang kita rapikan, kita engga mau semua menjual barang-barang ini, nanti kasihan konsumen," kata Budi dalam Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Ratas PPKM, Jakarta, Senin (21/2/2022).
Menkes menambahkan, Kemenkes sudah mengetes sejumlah alat tes Covid-19 dan dipastikan layak pakai. Nantinya, aturan mengenai hal tersebut akan disampaikan secara terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?