Health / men
Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Ilustrasi kanker prostat. (Shutterstock)

Suara.com - Jika momok perempuan adalah kanker ovarium, maka pada laki-laki adalag kanker prostat. Kondisi ini memiliki tingkat kelangsungan hidup lima tahun, tetapi dapat diobati jika didiagnosis pada tahap awal.

Gejalanya bisa berupa peningkatan kebutuhan buang air kecilm mengejan saat buang air kecil, aliran urin lemah, darah dalam urin atau air mani, hingga nyeri punggung, pinggul dan panggul.

Ketika sel-sel kanker tumbuh di luar kendali, maka akan memengaruhi tulang. Area pertama yang terpengaruh adalah sumsum tulang.

Pertumbuhan sel kanker akan memberi tekanan pada sumsum tulang belakang yang memiliki 31 jenis saraf.

Baca Juga: Sejumlah Tanda 'Halus' Kanker Ovarium yang Tidak Berkaitan dengan Menstruasi, Salah Satunya Perut Kembung

Saraf yang tertekan dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti rasa sakit, mati rasa, atau kelemahan, pada lengan, tangan, kaki, atau betis.

Tanda-tandanya semakin terasa seiring waktu tergantung kecepatan pertumbuhan sel, menurut Times of India.

Ilustrasi kanker prostat (Pixabay/derneumann)

Cara mengetahui sel kanker sedang berkembang

Semuanya dimulai dengan sakit punggung ringan dan perlahan-lahan mulai merasakann sakit yang hebat di tulang belakang dan anggota badan lainnya.

Penyebaran sel kanker dari kelenjar prostat membutuhkan waktu, dan gejalanya muncul perlahan.

Baca Juga: Bisa Jadi Tanda Gejala Kanker Paru-paru, Jangan Abaikan Perubahan Suara Ini

Rasa sakit di tulang belakang atau anggota badan saat menderita kanker prostat dianggap sebagai situasi darurat dan memerlukan perhatian medis segera.

Rasanya mungkin seperti pita ketat yang diikat ke tubuh, dan akan sakit saat batuk, bersin, maupun buang air kecil atau besar.

Menurut para ahli, rasa sakitnya bisa menjadi intens ketika berbaring telentang. Itu juga bisa membuat tulang lebih lemah dan rentan terhadap cedera.

Komentar

terkini