Suara.com - Glukoma termasuk penyakit mata yang bisa menyebabkan kebutaan. Penyakit itu terjadi akibat ada kerusakan pada sel saraf mata. Penyakit glukoma terbagi menjadi dua jenis, yakni sudut terbuka dan sudut tertutup.
Pada sudut bilik mata orang yang mengalami glukoma sudut terbuka berada dalam posisi normal, namun saluran keluarnya air tidak berfungsi sempurna.
Sementara pada glukoma sudut tertutup, iris tertekan menghadap kornea, akibatnya sudut bilik mata tertutup dan menghambat keluarnya air.
Ras mongoloid seperti kebanyakan orang Indonesia, apabila mengidap glukoma, lebih rentan mengalami sudut tertutup.
Dokter spesialis mata RS Cicendo Bandung dr. Elsa Gustianty, Sp.M(K)., mengatakan bahwa kondisi itu kemungkinan karena ras mongoloid memiliki lensa mata yang lebih kecil.
"Sebagian besar orang Indonesia atau ras mongoloid biasanya mengalami glukoma sudut tertutup. Sebetulnya tingkat kebutaannya yang paling berat sudut tertutup, khususnya untuk di wilayah Indonesia itu kebanyakan sudah kronis," kata dokter Elsa dalam siaran Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Senin (21/3/2022).
Glukoma sudut tertutup lebih menimbulkan gejala secara tiba-tiba. Bisa saja seseorang merasa baik-baik saja, tapi sehari setelahnya muncul gejala seperti mata merah, nyeri, dan lapak pandang memudar.
Dokter Elsa mengatakan, kondisi itu menjadi pertanda bahwa tekanan bila mata telah terlalu tinggi. "Apabila tekanan bola mata sangat tinggi, pasien bahkan bisa sampai mual dan muntah," ujarnya.
Sementara glukoma sudut terbuka tidak terlalu menunjukkan gejala. Hanya saja secara perlahan lapak pandang juga akan memudar. Tetapi tidak ditemukan mata merah maupun nyeri pada area sekitar mata.
Baca Juga: Bisa Sebabkan Kebutaan, Dokter Ini Teliti Cara Deteksi Dini Glaukoma Untuk Cegah Keparahan
"Tapi sebetulnya keduanya sama berbahaya. Kalau ditemukan di tahap akhir, keduanya dapat mengakibatkan kebutaan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit
-
Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah
-
Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja
-
Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo
-
Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin