Suara.com - Serangan jantung terjadi ketika salah satu arteri yang menuju ke jantung tersumbat, sehingga aliran darah terhenti secara tiba-tiba.
Serangan jantung ini umumnya memicu sensasi meremas atau nyeri tiba-tiba di dada, yang dapat menyebar ke leher, rahang atau punggung.
Menurut sebuah studi baru, sinyal akustik pada pasien berisiko serangan jantung yang bisa ditangkap oleh perangkat lunak kecerdasan buatan bertahun-tahun sebelum suatu peristiwa.
Alat skrining ini bisa mengidentifikasi pasien yang berisiko terkena serangan jantung dengan menganalisis fitur suara mereka.
Menurut sebuah studi baru-baru ini, teknologi ini dapat menangkap 80 karakteristik suara yang berbeda, seperti irama, amplitudo, nada dan frekuensi.
Para peneliti menguji coba alat tersebut menggunakan sampel dari 108 pasien yang dirujuk ke sinar-X untuk penilaian kesehatan arteri koroner mereka.
Partisipan diminta merekam tiga sampel suara 30 detik menggunakan aplikasi smartphone Vocals Health.
Subjek diinstruksikan untuk membaca teks yang telah disiapkan, kemudian berbicara secara spontan tentang pengalaman positif untuk rekaman pertama dan kedua.
Pada sampel suara terakhir, peserta diminta untuk berbicara secara bebas tentang pengalaman negatif.
Baca Juga: Akibat Komplikasi Virus Corona Covid-19, Kedua Kaki Wanita Ini Harus Diamputasi!
Kemudian, hasil rekaman dianalisis engan algoritma Vocalis Health, sistem berbasis AI yang dilatih menggunakan lebih dari 10.000 rekaman suara.
Selama masa tindak lanjut dua tahun, 58,3 persen peserta dengan suara tinggi dirawat di rumah sakit karena nyeri dada atau keadaan darurat lainnya seperti serangan jantung.
Sebaliknya, hanya 30,6 persen peserta dengan suara rendah yang kembali ke rumah sakit. Berdasarkan data ini, peneliti memperkirakan bahwa peserta dengan suara bernada tinggi 2,6 kali lebih mungkin menderita masalah utama yang terkait dengan penyakit arteri koroner.
Penulis utama studi tersebut, Dokter Jaskanwal Sara, dari Mayo Clinic di Amerika Serikat, mengatakan telemedicine bersifat non-invasif, hemat biaya, efisien dan menjadi semakin penting selama pandemi.
"Kami tidak menyarankan bahwa teknologi analisis suara ini menggantikan diagnosis dokter. Tapi, kami berpikir ini bisa menjadi alat bantu untuk deteksi serangan jantung lebih dini," kata Dokter Jaskanwal Sara dikutip dari Express.
Melalui teknologi ini, tim peneliti bisa mengidentifikasi enam fitur yang terkait dengan penyakit arteri koroner, yang digabungkan menjadi satu skor untuk dinyatakan sebagai angka antara minus satu dan satu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru