Suara.com - Vaksin booster menjadi salah satu syarat masyarakat untuk bisa melakukan perjalanan mudik. Karena itu bagi Anda yang berencana pulang kampung, sebaik menyegerakan mendapatkan vaksin booster.
"Prinsipnya pemerintah pusat mendorong seluruh daerah segera melakukan percepatan vaksinasi booster demi perlindungan optimal, sesuai arahan Presiden," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, dikutip dari situs resmi Satgas COVID-19.
Ia mengatakan upaya vaksinasi COVID-19 akan terus dilakukan selama bulan suci Ramadhan. Dan sesuai Fatawa Majelis Ulama Indonesia ( Vaksinasi (MUI) No.13 Tahun 2021 bahwa vaksinasi saat berpuasa tidak bersifat membatalkan puasa.
Pemerintah menurutnya selalu berupaya menyusun kebijakan untuk mendukung dan memfasilitasi kegiatan masyarakat yang aman di masa pandemi COVID-19. Termasuk untuk membentuk imunitas masyarakat menjelang periode mudik tahun 2022.
Melihat pencapain vaksinasi, beberapa daerah saat ini telah berhasil melakukan percepatan vaksinasi. Salah satunya, Bali yang mampu meningkatkan cakupan vaksinasi booster sebesar 26% hanya dalam kurun waktu 3 minggu.
"Namun, perlu menjadi perhatian bahwa laju vaksinasi dosis satu dan dua juga harus sama cepatnya agar pembentukan imunitas masyarakat di setiap daerah dapat terbentuk secara merata," tegas Wiku.
Pekan lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pembatasan kegiatan selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri akan dilonggarkan.
"Terkait Ramadhan dan mudik, aturan akan dilonggarkan, jadi bisa lakukan ibadah salat tarawih di masjid dengan tetap melakukan protokol kesehatan," kata Budi dalam konverensi pers virtual, Rabu (23/3/2022).
Sedangkan untuk masyarakat yang pergi mudik dianjurkan disuntik vaksin booster dahulu agar tidak perlu tes swab. Apabila baru vaksinasi satu dosis akan diminta hasil tes swab PCR, sementara pemerima dua dosis vaksin melampirkan hasil tes swab antigen.
"Atau alternatifnya vaksin di tempat yang disediakan. Pemerintah mencoba beri ruang gerak lebih besar untuk umat Islam agar bisa merayakan lebaran Idul Fitri dan Ramadhan dengan lebih normal," ujar Budi.
Status jumlah dosis vaksinasi itu akan tercatat dalam aplikasi PeduliLindungi, lanjut Budi. Selama mudik, penumpang transportasi umum akan dicek status vaksinasinya dan hasil tes swab apabila diperlukan.
Berita Terkait
-
Jelang Idul Adha, Stasiun Pasar Senen Dipadati Penumpang Kereta Jarak Jauh
-
Pasar Senen Membeludak! 38 Ribu Warga Jakarta Serbu Kereta Api Demi Rayakan Iduladha di Kampung
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Klaim Pemerintah Strategi One Way Berhasil Tekan Kepadatan Kendaran saat Mudik
-
Pemudik Naik Kendaraan Pribadi Berkurang, Kecelakaan Mudik 2026 Turun 6,3 Persen
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!