Suara.com - Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-31 di Banda Aceh beberapa waktu lalu menghasilkan putusan pemberhentian tetap Terawan Agus Putranto sebagai anggota IDI.
Namun putusan itu disebut menjadi pemicu Muktamar IDI ricuh, bahkan beredar video yang menampilkan aksi protes anggota dengan narasi ingin mendirikan IDI tandingan, yakni Ikatan Dokter Seluruh Indonesia atau IDSI.
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya?
Dalam bincang khusus Suara.com pada Sabtu (2/4/2022), Jubir Muktamar IDI, Dr. dr. Beni Satria, MH(Kes), membantah bahwa kericuhan dalam video tersebut dipicu atas rekomendasi pemberhentian terawan.
Beni Satria menyebut bahwa apa yang terjadi dalam video itu adalah salah satu proses dinamika berorganisasi, termasuk di forum Muktamar IDI yang menjadi salah satu proses terpenting yang harus dilakukan IDI setiap tiga tahun sekali.
"Dinamika berorganisasi itu memang selalu menarik di setiap Muktamar meskipun hal ini bukan yang kami inginkan," ujarnya.
Beni Satria menjelaskan aksi protes yang disampaikan hingga para anggota maju ke meja pemimpin sidang, lantaran adanya ketidaksetujuan anggota pada putusan ketua sidang yang sudah mengetuk palu dalam forum tersebut.
Adapun putusan itu terkait poin dan aturan IDI dalam menentukan tata tertib aturan dalam sidang Muktamar ke-31, yang masih jadi perdebatan saat itu
"Jadi memang kronologis yang terjadi pada saat itu adalah adanya ketidaksepahaman dengan pemimpin sidang atas putusan yang diketok palu, padahal itu tidak disepakati oleh forum yang terdiri dari utusan IDI cabang atau wilayah mengenai tata tertib sidang," terang Dr. Beni," terangnya.
Baca Juga: Soal Bubarkan Ikatan Dokter Indonesia, Ketum Adib Khumaidi: IDI Akan Selalu Ada
Mengingat muktamar, lanjut Beni Satria, adalah forum yang dihadiri oleh para ketua IDI cabang di seluruh Indonesia. Mereka hadir sebagai anggota forum yang dipimpin oleh pemimpin sidang, selaiknya anggota DPR yang dipimpin oleh ketua komisi.
Oleh karena itu ia kembali menegaskan bahwa kericuhan yang sempat terjadi pada Muktamar ke-31 di Banda Aceh beberapa waktu lalu, tidak terkait dengan putusan pemberhentian tetap Terawan.
"Jadi tidak ada kaitannya dengan kasus TAP (Terawan Agus Putranto) sebagaimana yang disimpulkan di media sosial," ungkap Beni Satria.
Ia juga membantah bahwa para dokter yang maju hingga ke meja pemimpin sidang adalah para dokter spesialis Radiologi yang selama ini menjadi bidang yang dipimpin Terawan.
"Nggak, jadi memang siapa yang hadir di Muktamar, sesuai dengan AD/ART adalah utusan utusan cabang, mulai dari ketua IDI wilayah atau cabang, perhimpunan dokter spesialis, majelis kehormatan kedokteran, majelis pengembangan profesi kedokteran, termasuk juga poligium kedokteran Indonesia," ungkap dokter yang fokus pada bidang hukum dan etik kedokteran Indonesia ini.
Lebih lanjut Beni Satria mengatakan bahwa poin yang dibahas dalam Muktamar adalah seputar kesejahteraan, diskusi persoalan organisasi, hingga pemilihan ketua IDI untuk 3 tahun mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin