Suara.com - Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2015-2018, Prof dr Ilham Oetama Marsis, SpOG, akhirnya ikut buka suara terkait polemik rekomendasi pemberhentian Terawan Agus Putranto sebagai anggota IDI.
Di depan Komisi IX DPR RI, Prof Marsis secara terbuka mengungkapkan alasan dokter Terawan tidak pernah datang saat pemanggilan oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran. Marsis mengungkapkan pada periode kepemimpinannya, ia sempat diminta mengeksekusi putusan MKEK.
"Saya katakan pada waktu itu, apakah beliau sudah diberikan kesempatan untuk pembelaan diri di depan majelis yang terhormat," ujar Prof Marsis saat rapat bersama Komisi IX DPR RI, Senin (4/4/2022).
Prof Marsis mengungkapkan, bahwa MKEK telah melakukan pemanggilan dokter Terawan, namun yang bersangkutan tidak hadir.
"Saya kebetulan juga mantan tentara. Jadi saya menelepon dokter Terawan, saya minta pak Terawan bisa nggak ngomong dengan saya, saya berikan kesempatan untuk berbicara melakukan pembelaan diri. Dia mengatakan, 'Saya siap Prof Marsis'," lanjutnya.
Dalam waktu tiga hari, mereka kemudian bertemu di Hotel Borobudur, Jakarta. Pada pertemuan itu Prof Marsis menanyakan alasan Terawan mangir saat dipanggil oleh MKEK.
Dalam kesimpulan, saya melihat suatu cara yang tidak komunikatif itu terjadi di antara Pak Terawan dengan majelis kode etik. Buktinya saya telepon dalam 3 hari beliau datang mau ketemu saya," ungkap Prof Marsis.
Lebih lanjut, Prof Marsis mengatakan, bahwa dalam pertemuan itu, Terawan berjanji untuk bisa menyelesaikan masalah dengan terhormat. Ia juga sepakat untuk membawa dan melengkapi bukti terkait dugaan tentang masalah kelalaian dalam praktik kedokteran.
"Tapi sayangnya dalam perjalanan waktu, komunikasi ini tidak terjadi dengan baik dan dalam keputusan sidang di Samarinda, diputuskan dokter Terawan akan dieksekusi," ujar Marsis.
Baca Juga: Ketua IDI Tegaskan Tak Ada Agenda Konspirasi dalam Pemecatan Terawan
Oleh sebab itu, ia menawarkan agar masalah antara IDI dan dokter terawan bisa diselesaikan secara internal.
"Saya hanya menawarkan seperti itu, dan tetntu saya anjurkan ke dr Adib kita cari jalan yang baik untuk dr terawan dan dokter idi.
"Saya kenal dengan beliau, saya percaya dengan kepribadian beliau tentunya kalau dilakukan dengan baik dan terhormat beliau bisa menyelesaikan masalah ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua