Suara.com - Banyak orang mungkin pernah mengalami perut kembung dan keras Umumnya, perut kembung dan keras ini erat kaitannya dengan kentut, angin kencang, buang gas, dan bersendawa. Lantas, apa penyebab perut kembung dan keras?
Diketahui, kebanyakan orang menghasilkan sekitar 1-3 liter gas sehari atau setara dengan sekitar 14 kali sehari. Perut kembung meskipun tidak mengancam jiwa, pasti bisa menimbulkan malu dan mengurangi rasa percaya diri.
Peningkatan perut kembung terjadi ketika seseorang mengeluarkan gas lebih dari sekitar 14 kali sehari. Untuk perut kembung kronis biasanya terjadi setiap hari selama berminggu-minggu hingga bertahun-tahun.
Kira-kira apa penyebab perut kembung dan keras? Untuk selengkapnya, mari simak ulasannya berikut ini yang dilansir dari situs Medicine Health.
1. Udara tertelan
Udara yang tertelan (aerophagia) terjadi ketika proses menelan yang tak tepat saat makan. Selain itu, hal ini juga karena seringnya menelan udara secara tak sadar karena kebiasaan. Aktivitas yang menyebabkan seseorang menelan udara yaitu minum cepat, mengunyah permen karet, penggunaan produk tembakau, mengisap permen keras, minum minuman berkarbonasi, dan gigi palsu longgar. Udara yang tertelan ini bisa menyebabkan perut kembung dan keras.
2. Intoleransi laktosa
Salah satu sumber utama perut kembung lainnya adalah intoleransi laktosa, ini mengakibatkan penurunan kemampuan mencerna laktosa. Perut kembung ini sering dikaitkan dengan diare dan kram, tetapi juga dapat muncul hanya sebagai gas. Seiring waktu orang mungkin mengalami peningkatan jumlah gas setelah makan makanan yang mengandung laktosa, dan mengembangkan perut kembung kronis.
3. Penyebab Lainnya
Baca Juga: Cara Mengatasi Perut Kembung Tanpa Obat, Hanya Perlu Pijatan
Kondisi tertentu lainnya yang menyebabkan perut kembung dan keras yaitu sebagai berikut:
- Sindrom malabsorpsi: ini merupakan hasil dari penurunan produksi enzim oleh pankreas atau masalah dengan kantong empedu atau lapisan usus.
- SIBO (pertumbuhan bakteri usus kecil yang berlebihan): ini merupakan suatu kondisi di mana terjadi peningkatan jumlah atau perubahan jenis bakteri pada saluran cerna bagian atas yang dapat mengakibatkan kembung, perut kembung, nyeri perut, serta diare.
Demikian informasi mengenai penyebab perut kembung dan keras. Jika merasakan perut kambung yang sangat membuat tidak nyaman, segera konsultasikan ke dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup